DIDAKTIKA

Dukung Peningkatan Kompetensi Wartawan, LSPR Gelar Uji Kompetensi Wartawan Bali

24 wartawan tergabung dari 13 media massa di Bali siap menjalankan Uji Kompetensi Wartawan (UKW)  yang diselenggarakan oleh LSPR-Bali dan ASEAN Public Relations Network (APRN) berkolaborasi dengan Lembaga Penguji Kompetensi Wartawan (LPKW) LSPR. (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Bali – 24 wartawan tergabung dari 13 media massa di Bali siap menjalankan Uji Kompetensi Wartawan (UKW)  yang diselenggarakan oleh LSPR-Bali dan ASEAN Public Relations Network (APRN) berkolaborasi dengan Lembaga Penguji Kompetensi Wartawan (LPKW) LSPR.

Kegiatan UKW ini bertujuan untuk meningkatkan mutu wartawan  Indonesia yang merupakan salah satu bentuk komitmen dukungan LSPR bersama-sama Dewan Pers dan Pemerintah dalam menciptakan kompetensi profesi wartawan yang berintegritas dan bermanfaat.

“Program ini adalah salah satu bentuk apresiasi kami kepada teman-teman wartawan yang selalu mendukung  dalam perjalanan kami mengembangkan sayap ke Pulau Bali sejak tahun 2016 lalu”, ujar Prita Kemal Gani, Pendiri dan Direktur Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi LSPR. “Dan saya berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi, kinerja jurnalistik dan terutama integritas teman-teman wartawan Bali”, ujarnya.

Dalam  kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Bali batch pertama ini berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama (21/8) peserta diberikan pembekalan melalui workshop seputar jurnalistik dengan narasumber Bapak Ahmad Djauhar selaku Ketua Komisi Penelitian, Pendataan & Ratifikasi Pers – Dewan Pers. Dilanjuti dengan bimbingan teknis (BimTek) dan diakhiri persiapan bersama untuk hari kedua, salah satunya adalah pembagian kelompok.

Diharapkan materi workshop ini dapat memberikan penyegaran kepada peserta sebelum mengikuti UKW.

Direktur LPKW LSPR Andre Ikhsano mengatakan kehandalan suatu berita sangat ditentukan oleh kredibilitas jurnalis. Untuk itu, UKW (Uji Kompentensi Wartawan) dirasakan dapat menjadi senjata ampuh untuk melegitimasi bahkan mendongkrak kredibilitas jurnalis.

”Pentingnya sertifikasi wartawan adalah terkait dengan apa yang dilakukan wartawan sehari-hari. Ini sama seperti profesi lain juga sudah ada sertifikasinya seperti dokter dan pilot. Hal ini terkait juga bahwa sejak tahun 2014 semua wartawan wajib memiliki sertifikasi”, tuturnya.

Menurutnya proses Uji Kompetensi Wartawan disesuaikan dengan jenjang level yang diikuti peserta dimulai dari wartawan muda, wartawan madya dan wartawan utama. Materi uji terdiri dari kode etik jurnalis, merencanakan liputan, rapat redaksi, wawancara cegat, jejaring, konferensi pers, dan lain-lain. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close