DIDAKTIKA

Faktor Kepemimpinan Jadi Alasan Untar Raih MBKM Terbaik di LLDikti Wilayah III  

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III Paristiyanti Nurwardani saat menjadi nara sumber di acara MBKM Talks Untar, Jakarta, Jumat (16/12/2022). (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III Paristiyanti Nurwardani mengatakan kepemimpinan menentukan keberhasilan penerapan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di kampus.

“Kepemimpinan turut mempengaruhi keberhasilan dari MBKM ini, di antaranya kemampuan pemimpin perguruan tinggi seperti yang dilakukan Rektor Universitas Tarumanagara (Untar) dalam menerjemahkan kebijakan Kemendikbudristek dalam regulasi turunannya,” ujar Paristiyanti pada MBKM Talks Untar, Jakarta, Jumat (16/12/2022).

Dia menjelaskan perguruan tinggi juga perlu memberikan pemahaman pada dosen-dosen terkait MBKM. Setelah dari dosen baru kemudian ke mahasiswa.

Dalam kesempatan itu, pihaknya memuji Untar yang berhasil meraih penghargaan sebagai perguruan tinggi penyelenggara MBKM terbaik di LLDikti wilayah III.

“Kampus juga harus mampu membuat sistem administrasi maupun pembelajaran yang mudah diakses seluruh sivitas akademikanya. Untuk mendukung penerapan MBKM di internal kampus,” kata dia lagi.

Rektor Untar, Prof Dr Ir Agustinus Purna Irawan, mengatakan program pertukaran mahasiswa luar negeri di Untar dilakukan dua arah, Tidak hanya mengirim mahasiswa untuk belajar di luar negeri, namun juga menerima mahasiswa internasional untuk kuliah di Untar.

Mahasiswa internasional yang mengikuti program pertukaran mahasiswa itu tidak hanya dari Asia saja namun juga dari negara lain seperti dari Jerman.

“Kami juga juga menjajaki kerja sama pertukaran mahasiswa internasional dari Jepang, Malaysia, India, Filipina, Australia, dan juga dari Belanda. Ini suatu perkembangan luar biasa dari publikasi yang selama ini kita lakukan bersama media dan humas,” kata Agustinus.

Kebijakan MBKM tidak hanya bermakna pertukaran mahasiswa Indonesia belajar di perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Namun, diperluas dengan memperkuat pertukaran mahasiswa internasional ke kampusnya.

Selain itu kampusnya juga memperkuat program pengabdian masyarakat yang memberi dampak luas kepada masyarakat. Misalnya Dharmayana Untar yang melakukan pengabdian masyarakat pada bidang kesehatan di Semarang dan Lampung.

Related Articles

Back to top button