DIDAKTIKA

Frans Seda Award 2021 Anugerahkan Penghargaan Kepada Insan Muda Peduli Kesehatan dan Pendidikan 

MC FSA 2021. (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya bekerja sama dengan Yayasan Atma Jaya, dan Frans Seda Foundation kembali menganugerahan Frans Seda Award (FSA). Penghargaan ini ditujukan kepada insan muda perubahan masyarakat yang berdedikasi dan memiliki kepedulian dalam bidang pendidikan dan kesehatan di Tanah Air.

Penghargaan Frans Seda Award diselenggarakan setiap dua tahun sekali, semulanya direncanakan akan diselenggarakan pada tahun 2020. Situasi pandemi membuat pelaksanaannya dipindahkan ke tahun 2021, praktis seluruh proses seleksi, wawancara dan urusan administrasi kandidat sepenuhnya dilaksanakan secara daring.

Program kegiatan FSA tidak hanya mengenang, tetapi juga membagi dan menyebarluaskan semangat hidup Frans Seda yang bernilai bagi bangsa. Tema FSA 2021 yang kelima ini adalah “Sinergitas Pendidikan dan Kesehatan Saat dan Pasca Pandemi: Pendidikan dan Kesehatan bagi Semua” dengan dua bidang penghargaan utama pendidikan dan kesehatan.

Rektor Unika Atma Jaya, Dr. A. Prasetyantoko mengatakan “Ini adalah salah satu cara bagi kita untuk terus menerus mengejewantahkan dan menghidupi nilai-nilai serta semangat para pendiri. Kegiatan ini juga adalah cara bagi kita untuk membangun budaya multikultural dan kepedulian sebagai bagian pokok keberadan Unika Atma Jaya dan juga tujuan dari Frans Seda Award ini.”

Aspek pendidikan dan kesehatan adalah dua hal yang sangat krusial, terutama ketika masa pandemi ini. Frans Seda Award 2021 adalah saluran apresiasi terhadap aksi kemanusiaan yang diperjuangkan generasi muda Indonesia, serta wujud nyata dari nilai kepedulian kepada sesama, yang merupakan nilai inti dari Yayasan dan Unika Atma Jaya.

Untuk kategori bidang pendidikan dimenangkan oleh Ai Nurhidayat dari Pangandaran, Jawa Barat, sebagai pendiri Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bakti Karya Parigi.  Sementara kategori bidang kesehatan dimenangkan oleh Dewi Wulan dari Jawa Barat sebagai pendiri Yayasan Terus Berjuang (Terjang).

Untuk pertama kalinya sejak awal diselenggarakan tahun 2011, Frans Seda Award memberikan penghargaan kepada tiga pemenang. Frans Seda Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang didirikan di Belanda, memilih Faiz Fakhruddin sebagai juara favorit Frans Seda Award 2021 dari kategori pendidikan. Faiz Fakhruddin adalah pendiri Sekolah Gajah Wong yang ada di kawasan Ledhok Timoho, Yogyakarta.

Ketua Yayasan Atma Jaya, Linus M. Setiadi dalam sambutannya berharap agar generasi muda dapat mengikuti semangat berkarya dari Frans Seda, “Semoga Frans Seda Award mampu memicu semangat berkarya dan berkreasi generasi muda, serta mendapatkan inspirasi dari semangat Frans Seda yang sejak masa belia mengerahkan upaya melakukan berbagai langkah nyata untuk mengabdi pada Tuhan dan Tanah Air.”

Dr. Angela Oktavia Suryani, M.Si., Ketua Panitia Frans Seda Award periode 2020-2021 mengatakan, “Penghargaan ini diberikan kepada insan-insan muda Indonesia yang inspiratif. Pada usia yang masih muda mereka mampu mengupayakan kesejahteraan dan kemajuan masyarakat baik secara ekonomi, pendidikan, sosial dan kesehatan. Ini merupakan upaya nyata komunitas Atma Jaya menjadi bagian dari bangsa Indonesia dengan menghidupi semangat Untuk Tuhan dan Tanah Air.”

Related Articles

Back to top button