DIDAKTIKA

LLDIKTI III Umumkan Klasterisasi 50 Perguruan Tinggi Terbaik di Jakarta

Tabel klasterisasi perguruan tinggi tahun 2020 di wilayah Jakarta. (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Sebagai upaya pemetaan atas kinerja Perguruan Tinggi akademik di Indonesia, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kembali mengumumkan Klasterisasi Perguruan Tinggi tahun 2020. Dimana Perguruan Tinggi dikelompokkan berdasarkan level perkembangannya.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D mengatakan bahwa “tujuan utama klasterisasi adalah untuk menyediakan landasan bagi pengembangan kebijakan pembangunan, pembinaan perguruan tinggi serta untuk mendorong perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan tridharma perguruan tinggi secara berkelanjutan.

Selain itu, klasterisasi perguruan tinggi berfungsi untuk menyediakan informasi kepada masyarakat umum tentang kualitas kinerja perguruan tinggi di Indonesia.”

Pada tahun 2020 ini, kinerja perguruan tinggi di Indonesia diidentifikasi berdasarkan empat aspek utama antara lain;

  1. Mutu Sumber Daya Manusia dan Mahasiswa (Input), dengan indikator yang meliputi persentase dosen berpendidikan S3, persentase dosen dalam jabatan lektor kepala dan guru besar, rasio jumlah dosen terhadap jumlah mahasiswa, jumlah mahasiswa asing, dan jumlah dosen bekerja sebagai praktisi di industri minimum 6 bulan.
  2. Pengelolaan Kelembagaan Perguruan Tinggi (Proses), dengan indikator yang meliputi Akreditasi Institusi, Akreditasi Program Studi, Pembelajaran Daring, Kerjasama perguruan tinggi, Kelengkapan Laporan PDDIKTI, Jumlah Program Studi bekerja sama dengan DUDI, NGO atau QS Top 100 WCU by subject, Jumlah Program Studi melaksanakan program merdeka belajar, Jumlah mahasiswa yang mengikuti Program Merdeka Belajar.
  3. Capaian Kinerja Jangka Pendek yang dicapai oleh perguruan tinggi (Output), dengan indikator yang meliputi jumlah artikel ilmiah terindeks per dosen, kinerja penelitian, kinerja kemahasiswaan, jumlah program studi yang telah memperoleh Akreditasi atau Sertifikasi International.
  4. Capaian Kinerja Jangka Panjang perguruan tinggi (Outcome), dengan indikator yang meliputi kinerja inovasi, jumlah sitasi per dosen, jumlah patent per dosen, kinerja pengabdian masyarakat, dan persentase lulusan perguruan tinggi yang memperoleh pekerjaan dalam waktu 6 bulan.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III, Prof. Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc menuturkan bahwa dari 2.136 perguruan tinggi yang tersedia, terdapat 197 Perguruan Tinggi Akademik (Non-Vokasi) di Lingkungan LLDIKTI Wilayah III yang masuk ke daftar klasterisasi.

“Perlu saya tekankan, bahwa klasterisasi bukanlah pemeringkatan. Klasterisasi disusun untuk perbaikan berkelanjutan untuk kinerja masing-masing Perguruan Tinggi secara holistik” tuturnya.

Agus juga mengapresiasi 6 Perguruan Tinggi yang masuk ke klaster 2.

“sedikit demi sedikit, Perguruan Tinggi swasta di lingkungan LLDIKTI Wilayah III mulai bisa berlari kencang dan siap bersaing di kancah internasional. Kami terus dorong dan lakukan pembinaan untuk Perguruan Tinggi lainnya untuk melakukan perbaikan mutu dengan selalu melakukan pemutakhiran data di PD DIKTI,” tansanya. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close