DIDAKTIKA

LLDikti Wilayah III Apresiasi Universitas Moestopo Atas Penghargaan Inklusivitas ASIC 2021

Kampus Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Jakarta. (dok: Istimewa) 

Jakarta Review, Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selalu mendorong kampus untuk menjadi tempat tumbuh kembangnya potensi bangsa, serta melahirkan sumber daya manusia unggul yang dapat membawa Indonesia jaya. Untuk itu, kampus harus menjadi tempat yang sehat, termasuk bebas dari antiintoleransi.

Hal ini juga tertuang dalam indikator kinerja Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi dalam Kepmendikbud Nomor 754 Tahun 2020, salah satunya adalah presentase Perguruan Tinggi Swasta yang mengimplementasikan tiga dosa, yaitu antiintoleransi, antikekerasan seksual, antiperudungan, dan antikorupsi.

Konsep pendidikan mengedepankan toleransi keberagaman untuk meningkatkan kemampuan diri dan menginspirasi asyarakat untuk berkontribusi lebih bagi negara yang dijalankan oleh salah satu Perguruan Tinggi Swasta di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III, yaitu Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) yang baru-baru ini mendapatkan pengakuan dunia.

Pengakuan penerapan keberagaman beragama di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) menjadi keunggulan pembeda terbukti melalui Penghargaan Inklusivitas ASIC 2021 diumumkan oleh Dr. Maurice Dimmock – Founder & Chairman ASIC secara daring pada 31 Maret 2021 dalam seminar internasional 2 hari bertema Education Beyond 2021, yang diselenggarakan oleh ASIC (Accreditation Service for International Schools, Colleges & Universities), badan akreditasi pendidikan internasional berpusat di Inggris.

“Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) percaya bahwa proses pendidikan merupakan proses seumur hidup. Semenjak berdiri, salah satu warisannya yang masih dipelihara hingga saat ini adalah memfasilitasi praktik kebebasan beragama dan berkeyakinan di kampus, melalui penyediaan tempat ibadah serta badan perwakilan mahasiswa dalam penyelenggaraan ibadah, berdoa, berdakwah, mengamalkan keyakinan dan perayaan hari keagamaan.” jelas Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn.

“Keberagaman agama merupakan harta dan jati diri bangsa yang sangat diperlukan untuk memajukan kehidupan di tengah dinamika perkembangan dunia. Agama adalah sarana untuk saling toleransi, berbagi kasih sayang, saling peduli, saling mendukung, saling menghormati, dan dasar persatuan bangsa yang bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri, mandiri, kreatif, inovatif, beretika untuk berkontribusi lebih bagi negara”, lanjutnya.

Kepala LLDikti Wilayah III, Prof. Agus Setyo Budi, M.Sc mengapresiasi dan turut bangga atas Penghargaan Inklusivitas ASIC 2021 yang diterima oleh Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

“selamat untuk Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), yang telah menunjukan dirinya di Indonesia dan mata dunia sebagai kampus dengan lingkungan belajar yang sehat, nyaman, dan aman dalam hal toleransi beragama dan keberagaman. Semoga ini juga dapat menjadi inspirasi bagi Perguruan Tinggi lainnya di lingkungan LLDikti Wilayah III untuk selalu menciptakan iklim yang kondusif agar terwujudnya holistic wellness, maka seluruh bagian akan merasakan kebahagiaan, kegembiraan, dan semangat untuk berpacu dalam mengukir prestasi.” tandasnya.

Related Articles

Back to top button