DIDAKTIKA

LLDIKTI Wilayah III Jakarta Dorong Pembelajaran Tatap Muka 

Penganugerahan berbagai penghaargaan dalam Rakorda LLDikti Wilayah III Jakarta pada Rabu, 24 November 2021 yang bertempat di Kampus Universitas Multimedia Nusantara Jakarta, Tangerang. (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi terus mendorong perguruan tinggi untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Semangat ini sudah dimulai oleh beberapa perguruan tinggi di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III DKI Jakarta.

Hal ini disampaikan oleh Kepala LLDikti Wilayah III, Agus Setyo Budi kepada 303 pimpinan perguruan tinggi se-Jakarta dalam acara Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) pada Rabu, 24 November 2021 yang bertempat di Kampus Universitas Multimedia Nusantara Jakarta, Tangerang.

“Selama pandemi, perguruan tinggi menerapkan pembelajaran daring yang memang banyak memberikan manfaat seperti belajar yang lebih mandiri serta fleksibilitas. Namun, terdapat pula kendala seperti tidak adanya interaksi langsung antara dosen dan mahasiswa, Konsentrasi belajar yang menurun yang mengakibatkan learning loss. “sudah saatnya kita semua Kembali ke kampus tanpa ragu lagi dengan protokol Kesehatan ketat” papar Agus.

“Dipastikan juga program-program Kampus Merdeka tetap berjalan dengan baik, Maka, diharapkan dosen-dosen dapat menerapkan tugas kuliah berbasis proyek dan membuat webinar-webinar yang bermanfaat untuk tetap menghasilkan insan yang berkualitas” tuturnya.

Pada kesempatan ini pula, Agus memaparkan sinergi dan optimalisasi perguruan tinggi di lingkungan LLDikti Wilayah III. “Pandemi bukan menjadi penghalang bagi kita untuk terus bekerja dan berkarya, misalnya saja di lingkungan LLDikti Wilayah III pada tahun 2021 ini data sebaran akreditasi program studi perguruan tinggi A dan unggul jumlahnya hampir 300an”, hal ini membuktikan bahwa masa pandemi justru menjadi trigger bagi LLDikti Wilayah III dan perguruan tinggi di lingkungannya untuk dapat mengakselerasi kinerja.

Turut juga hadir, Tjan Basaruddin Direktur Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang menyampaikan tentang kesiapan perguruan tinggi dalam menghadapi pemantauan dan evaluasi akreditasi, serta kebijakan terbaru mengenai lembaga akreditasi mandiri.

Akreditasi merupakan bentuk evaluasi mutu dan kelayakan perguruan tinggi dan program studi yang dilakukan oleh organisasi atau badan mandiri berdasarkan Standar Nasional Pendidikan Tinggi serta Standar Pendidikan Tinggi yang ditetapkan Perguruan Tinggi.

Tjan memaparkan “sejak diterbitkannya Permendikbud Nomor 5 Tahun 2020, peringkat akreditasi tidak lagi menggunakan A/B/C melainkan Unggul/Baik Sekali/Baik, maka diperlukanlah Instrumen Suplemen Konversi Peringkat Akreditasi (ISK) secara outcome-based accreditation.

“diharapkan kampus-kampus dapat memiliki perspektif global, dimana akreditasi menjadi kunci dalam menjamin mutu” imbuhnya.

Acara ditutup oleh Sekretaris LLDikti Wilayah III, Dr. Yaya Jakaria, M.Si “Sinergi adalah kunci dari kesuksesan kita bersama. Contoh nyatanya adalah penyelenggaraan acara Rakorda ini, yang merupakan buah kolaborasi antara LLDikti Wilayah III dengan Perguruan Tinggi, yaitu Universitas Multimedia Nusantara, Universitas Budi Luhur, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, dan Universitas Pelita Harapan”.

Sebagai bentuk apresiasi bagi Perguruan Tinggi Swasta, LLDikti Wilayah III juga memberikan sejumlah penghargaan antara lain: Penghargaan Pelaporan PDDikti 100% dalam 4 semester, Penghargaan Sentra Vaksin di Lingkungan LLDikti Wilayah III, Perwakilan Perguruan Tinggi yang Berpartisipasi dalam Penanggulangan Bencana Tahun 2021, Perguruan Tinggi dengan Perolehan Prestasi Nasional Terbanyak dalam Kompetisi yang Diselenggarakan oleh Kemendikbudristek Tahun 2021, Perguruan Tinggi Penerima/Pemenang Kompetisi Kewirausahaan Terbanyak, Top 50 Authors By Overall Sinta Score, Top 100 Affiliations By Overall Sinta Score dan berbagai penghargaan lainnya.

Related Articles

Back to top button