DIDAKTIKANASIONAL

M Naufal Ramadhan: Sebuah Nasihat Yang Mengubah Sejarah

Wali Kota Tasikmalaya Drs. H Budi Budiman mencium putranya Muhammad Naufal Ramdhan saat berkunjung di pusat pelatihan paskibraka nasional di Cibubur Jakarta. (Sigit Artpro)

Jakarta Review – Yang namanya orang tua dimanapun pasti ingin anak-anaknya mendapatkan hal yang terbaik dalam hidupnya. Hal inilah yang dilakukan oleh Drs. H. Budi Budiman, Wali kota Tasikmalaya. Akan halnya orang tua lainnya, ia ingin sang anak bisa mewujudkan mimpinya menjadi anggota paskibraka meski hanya tingkat Kota Tasikmalaya.

Walikota Tasikmalaya ini kelihatannya tak ingin membebani  sang anak terlalu jauh untuk menggapai Paskibraka Tingkat Nasional yang perjuangannya jauh lebih sulit karena diperebutkan ribuan orang. Ia hanya tak ingin selalu mengukuhkan anak-anak orang lain menjadi Paskibraka Kota Tasikmalaya.

“Papap sedih setiap tahun hanya bisa mengukuhkan anak orang lain menjadi Paskibraka Kota Tasikmalaya. Masa nggak ada satupun anak papap yang bisa seperti mereka menjadi Paskibraka meskipun hanya tingkat Kota,” kisah Drs. H. Budi Budiman memberikan nasihat kepada sang putra Muhammad Naufal Ramadhan.

Pucuk dicinta ulam tiba, ternyata nasihat sang ayah didengarkan oleh sang anak Naufal. Ternyata, organisasi Paskibra SMA Negeri 1 Kota Tasikmalaya telah mencantumkan Naufal untuk mengikuti seleksi tersebut. Ia-pun sibuk berlatih mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi tingkat kota tersebut.

Lelaki kelahiran Tasikmalaya, 20 Desember 2000 ini tidak memberitahu siapa pun terkait seleksi itu. Naufal tak ingin ada campur tangan sang ayah untuk urusan ini. Biar orang mengenal dia sebagai siswa biasa yang datang mengikuti seleksi, dan sudah dilatih dengan sungguh-sungguh.

“Saya baru memberitahu papap setelah selesai seleksi dan terpilih menjadi nominasi calon Paskibraka Tingkat Jawa Barat, perwakilan Kota Tasikmalaya,” tutur Naufal.

Singkat cerita Naufal yang memiliki tinggi 176 dan berat 73 kilogram, masuk menjadi 50 terbaik dan lolos empat orang untuk seleksi tingkat provinsi dan nasional. Setelah melewati beberapa seleksi yang tersisa, Naufal akhirnya dinyatakan lolos dan terpilih menjadi calon Paskibraka Nasional 2017 perwakilan Jawa Barat.

“Saya bangga pada diri saya sendiri. Pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran tidak sia-sia. Saat saya pulang dan tiba di rumah, orangtua menyambut saya di depan rumah lalu menangis dan memeluk, karena bangga saya bisa mewujudkan apa yang saya dan orangtua harapkan,” kata Calon Paskibraka 2017 yang punya kebiasaan menatap pemandangan di luar kamar setiap kali bangun tidur.

Sang ayah dan keluarga besar Naufal-pun menyambut dengan sukacita kabar lolosnya sang putra.

“Buat saya tembus sampai tingkat kota saja sudah Alhamdulillah, ini malah tembus sampai tingkat nasional. Ini sebuah bonus dan anugerah dari Yang Maha Kuasa yang patut disyukuri saya menang pilkada dan Naufal tembus Paskibraka Nasional,” ujarnya sang ayah bangga.

Pencapaian Naufal menembus Paskibaraka Nasional adalah sejarah buat Kota Tasikmalaya dan SMA Negeri 1 Kota Tasikmalaya dan keluarganya. Pasalnya sejak 2009 Tasikmalaya belum berhasil meloloskan wakilnya ke Jakarta.

“Jadi sudah 9 tahun Tasikmalaya absen mengirimkan wakilnya sebagai Paskibraka Nasional,” ujar Ka Dedy Mulyana dan Helmi senior yang ikut membimbing Naufal di Kota Tasikmalaya.

Tampaknya sang anak tak ingin kalah dengan sang ayah untuk mencetak sejarah. Kini Naufal berusaha memberikan yang terbaik untuk Jawa Barat. Tanggung jawab yang ia emban tak ringan, mengingat pada 2016 perwakilan Jawa Barat terpilih menjadi tim inti di Kelompok 8.

“Berusaha, sudah. Doa juga sudah. Sisanya serahkan pada Allah SWT,” kata calon Paskibraka Nasional 2017 itu.

Walikota yang Mencatatkan Sejarah

Walikota Tasikmalaya Drs. H. Budi Budiman kini mencatatkan namanya dalam sejarah di Kota Tasikmalaya. Dengan bekal kepemimpinannya yang ciamik pada periode pertama, bersama pasangannya M. Yusuf yang diusung koalisi Partai Persatuan Pembangunan, Partai Golkar, PKB, dan Nasdem, Suami dari Hj. Eti Atiah ini akhirnya berhasil melewati para pesaingnya. Keberhasilan Drs. H. Budi Budiman yang merupakan petahana (incumbent) pada pilkada serentak yang baru lalu tak ayal merupakan sejarah bagi Kota Tasikmalaya.

“Dalam pemilu Pilkada belum ada sejarah di Kota Tasikmalaya Walikota bisa menang berturut-turut. Itu saya jadikan motivasi ke dia,” kata pria kelahiran Tasikmalaya, 27 April 1965 ini.

Kini Sarjana Pendidikan Jurusan Matematika Universitas Siliwangi Tasikmalaya tersebut tinggal menunggu pelantikan untuk menjabat sebagai Walikota untuk periode berikutnya.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan ini tak pernah mengira dirinya akhirnya bisa menjabat sebagai Walikota. Padahal sebelum aktif terjun di dunia politik ia  sempat jualan bakso, menjadi guru SMA dan mengurus beberapa perusahaan di Tasikmalaya.

Nah sejarah tersebut saya sampaikan ke Muhammad Naufal Ramadhan sang putra agar bisa memotivasi dirinya.

“Saya sampaikan semua itu ke Naufal. Kalau kita punya keinginan, dan niatnya baik, pasti bisa,” tuturnya. (win/derap paskibraka)

 

Tags

Artikel Terkait

Close