DIDAKTIKA

Peran Psikolog Sangat Dibutuhkan Masyarakat di Masa Pandemi 

Rektor Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan. (dok: Istimewa) 

Jakarta Review, Jakarta – Memperingati 27 tahun berdirinya Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara (Untar), menjadi momen untuk menunjukkan bahwa peran para psikolog bagi kehidupan masyarakat dan negara Indonesia sangat dibutuhkan.

Sosok psikolog di kala itu khususnya dalam cabang olahraga Bulutangkis Indonesia, Prof. Dr. Singgih Dirgagunarsa, telah banyak berperan dalam mendorong para atlet menyumbangkan medali bagi bangsa Indonesia, menjadikan bangsa yang sangat diperhitungkan dalam setiap kompetisi dunia bulutangkis.

Pendiri Fakultas Psikologi Untar ini, selain Seto Mulyadi (dikenal Kak Seto), telah mendedikasikan pemikiran dan karyanya tidak hanya untuk memajukan bidang Psikologi pada umumnya tetapi menjadi pelopor khususnya sport psychology sejak tahun 1955.

Pada kesempatan Dies Natalis ke-27, secara khusus diadakan acara Singgih Dirgagunarsa (SDG) Award, sebagai bentuk apresiasi atas jasa beliau karena telah memberi inspirasi dan keyakinan, melalui olahraga dapat memberikan semangat dan harapan baru, khususnya di saat pandemi Covid-19.

“Kebahagiaan merupakan kewajiban dan olahraga dapat sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kebahagiaan sehingga membentuk daya tahan tubuh melawan Covid-19,” ujar Dekan Fakultas Psikologi, Dr. Rostiana, M.Si., Psikolog dalam sambutannya, pada Rabu (7/7).

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Letjen. TNI (Purn.) Marciano Norman yang secara khusus hadir sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh bangsa, menyampaikan bahwa generasi penerus dapat menjadikan beliau sosok panutan yang secara konsisten membangun semangat nasional.

“Rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi Prof. Dr.Singgih Dirga Gunarsa atas jasanya dalam mengembangkan olahraga di Tanah Air, terutama cabang bulutangkis sebagai seorang psikolog yang selalu setia mendampingi para atlet ketika hendak berlaga mengharumkan nama Indonesia. Ditegaskan pula bahwa para psikolog Indonesia juga harus turut membantu mendorong dan membangkitkan semangat banyak orang agar dapat bangkit terlebih di masa sulit ini.” ujar Marciano Norman.

Hal senada disampaikan oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan yang mengajak keluarga besar Fakultas Psikologi harus dapat berperan lebih bagi masyarakat yang terdampak pandemi dengan terus bergerak melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat misalnya memberikan konseling kepada anak-anak dan para remaja usia sekolah yang harus kehilangan waktu bermain dan bersosialisasi dengan teman-temannya karena adanya pembatasan sehingga mengharuskan mereka bersekolah atau kuliah secara daring atau konseling bagi masyarakat luas yang terdampak pandemi.

Hak lainnya adalah menerbitkan publikasi-publikasi tentang ilmu psikologi yang dapat memberikan motivasi. Walau dalam situasi yang tidak mudah, Fakultas Psikologi Untar tetap harus meningkatkan proses pembelajaran melalui berbagai kegiatan yang melibatkan mahasiswa

agar menghasilkan lulusan berkualitas, siap mengabdikan ilmunya untuk kesejahteraan masyarakat.

“Fakultas Psikologi terus berkontribusi dalam pembangunan Untar dan Bangsa Indonesia dengan menggapai prestasi untuk membentuk SDM unggul, meskipun tidak mudah dalam masa pandemi,” ujar Rektor pada sambutannya.

Acara Dies Natalis dilengkapi dengan Orasi Ilmiah yang disampaikan oleh Dr. Monty P Satiadarma, MSAT/MCP, MFCC, DCH, Psikolog, sebagai salah satu pendiri Fakultas Psikologi Untar, bahwa pandemi yang merambah berbagai ragam kehidupan di dunia, membuat kita ditantang untuk terus berpikir positif dan tidak kehilangan harapan, walaupun tidak mudah untuk dijalani karena kondisi yang tidak menentu ini melibatkan tidak hanya diri sendiri tetapi keluarga.

“Ragam kajian teoritis ilmiah saat ini belum bisa menjawab apa yang sebaiknya dilakukan masyarakat dalam menghadapi situasi ini kecuali untuk mentaati prosedur kesehatan, namun itu pun tidak sepenuhnya dapat menjamin keselamatan kita. Ironisnya, di tengah kondisi dan situasi saat ini senantiasa ada kelompok yang memanfaatkan kondisi dengan menyebarkan hoax, bahkan melakukan manipulasi pasar transaksi kehidupan manusia sehingga meningkatkan kerentanan psiko-fisiologis masyarakat yang seharusnya menjadi landasan ampuh untuk mempertahankan kehidupan. Taat prosedur kesehatan serta memperkokoh kondisi psikofisiologis merupakan hal mendasar yang perlu kita lakukan saat ini guna menghadapi pandemi ini.” tuturnya.

Sekedar informasi, Perayaan Dies Natalis yang walaupun dilakukan secara daring tetap terasa kemeriahannya dengan dihadiri hampir 300 undangan.

Related Articles

Back to top button