DIDAKTIKA

Rektor Untar Sebut Pendidikan dan Pengalaman Berwirausaha Sangat Penting

Rektor Untar Agustinus saat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media dalam sebuah acara. (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Rektor Universitas Tarumanagara (Untar) Agustinus Purna Irawan menegaskan pendidikan dan pengalaman berwirausaha sangatlah penting.

Menurutnya kekeliruan pertama dari seorang wirausaha, lebih mengandalkan pengalaman daripada pendidikan. Kekeliruan kedua adalah jika seorang wirausaha hanya bermodalkan pendidikan tapi miskin pengalaman lapangan.

“Berdasarkan hal tersebut maka perpaduan antara pendidikan dan pengalaman adalah faktor utama yang menentukan keberhasilan wirausaha,” kata Agustinus saat membuka Entrepreneur Week (EW) Untar, Rabu (2/12/2020).

Dikatakan sejak tahun 2010, Program Studi S1 Manajemen Bisnis Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara (FEB Untar) telah menawarkan peminatan entrepreneurship kepada mahasiswa. Sasaran yang ingin dicapai adalah menyiapkan mahasiswa siap menjadi wirausaha ketika mereka lulus. Upaya tersebut dimulai dalam rancangan proses pembelajaran. Di dalam kurikulum, mahasiswa dipersiapkan sejak awal yaitu melalui mata kuliah Dasar-dasar Kewirausahaan.

Proses akhir dari rangkaian pembelajaran tersebut adalah mata kuliah Perencanaan dan Simulasi Bisnis di mana mahasiswa mengimplementasikan model bisnis yang telah dirancang.

“Praktik atau implementasi rancangan bisnis para mahasiswa ini difasilitasi dengan kegiatan entrepreneur week,” ujarnya.

Dijelaskan EW yang ke-15 ini berbeda karena dilakukan secara daring, di mana sebelumnya diselenggarakan di pusat perbelanjaan komersial atau mal. Dengan memanfaatkan platform daring, 12 kelompok bisnis mahasiswa memamerkan produk yang siap dipasarkan pada acara “Entrepreneur Week Virtual: Adaptation to Survive” yang berlangsung secara live melalui aplikasi zoom.

Agustinus juga menyampaikan apresiasinya karena di tengah pandemi, kegiatan EW tetap bisa dilaksanakan.

Mahasiswa dan calon konsumen bertemu di dunia maya, sehingga mahasiswa tetap memperoleh pengalaman berwirausaha dalam perspektif yang berbeda. Mahasiswa dipersiapkan memasuki dunia kewirausahaan di era next normal.

“Para mahasiswa terus mencari cara bergerak maju dan tidak stagnan di bawah bimbingan mentor dan dosen. Ini menunjukkan bahwa dalam suatu proses pembelajaran yang berkualitas kita tidak dapat mengerjakannya sendiri, butuh kolaborasi, begitu pula dengan berwirausaha,” ujar Agustinus.

Dekan FEB Sawidji Widoatmodjo mengungkapkan rasa syukurnya atas pelaksanaan EW di tengah kondisi saat ini.

“Tema yang kita ambil adalah adaptasi untuk survive. Kita dihadapkan pada situasi dimana kita harus berinovasi atau beradaptasi dalam kondisi saat ini,” ujarnya.

Dijelaskan EW ke-15 ini menghadirkan dua pembicara profesional yakni CEO & Founder PT Ucoach Djivasrana Grahasada Gendro Salim pada hari pertama, dan Head of Strategic Management System Kalbe Internasional PTE LTD Galatia Chandra pada hari kedua.

Dalam pemaparannya, Gendro Salim mengatakan leadership di era dunia 4.0 yang disebut network society, sangatlah berbeda dengan era 3.0.

Individu harus dapat bersosialisasi tidak hanya dengan atasan saja, tapi juga kerja sama dengan rekan kerja maupun bawahan.

“Selain itu kondisi pandemi ini memberikan kita kesempatan untuk semakin berkembang dan terbuka akan digitalisasi,” ujarnya.

Head of Strategic Management System Kalbe Internasional, Galatia Chandra mengungkapkan perilaku konsumen berubah setelah The Next Normal.

Kondisi saat ini melihat perubahan perilaku konsumen, maka consumer’s touch point (titik sentuh pelanggan) juga perlu dirubah. Dengan kondisi saat ini, konsumen cenderung memilih untuk berbelanja di daerah yang dekat dengan rumahnya.

“Hal ini dapat dipertimbangkan bagi kalian untuk memasarkan produknya kepada reseller lain agar lebih mudah dijangkau oleh konsumen. Peranan reseller dinilai penting saat ini agar dapat mendistribusikan produk kepada pelanggan kita,” katanya.

Franky Slamet Kaprodi S1 Manajemen menyampaikan bahwa 12 tim menyampaikan rasa terima kasih atas segala dukungan yang diterima.

“Dengan segala keterbatasan, panitia berusaha semaksimal mungkin agar acara ini dapat berlangsung dengan lancar dan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan bisnisnya pada situasi yang tidak mudah,” paparnya.

Kedua belas tim pemilik usaha yang terlibat dalam EW kali ini antara lain Amazing Food, Baby Cupang Jakarta, Dessert In, Dizer, Kantung, Kombucuan, Milkie Galleta, Mugi-Mugi, Papi Deh, Pepi, Spicy Chill, dan Wih Sedep.

Related Articles

Back to top button