DIDAKTIKA

Unika Atma Jaya Raih Bintang Lima QS Stars Kategori Online Learning

Mahasiswi Unika Atma Jaya sedang menerapkan kuliah secara daring dengan dosennya. (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Pada masa pandemi Covid-19, semua perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta harus siap menghadapi transformasi dalam metode pembelajaran yang masif, cepat, dan kompleks. Hal ini diiringi dengan berkembang pesatnya teknologi digital yang mendorong perguruan tinggi untuk melakukan sistem perkuliahan daring atau biasa disebut online learning.

Perguruan tinggi memang menjadi garda depan Bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan tersebut. Bagi Unika Atma Jaya yang genap berusia 60 tahun pada 1 Juni 2020 nanti, upaya transformasi dan pengembangan universitas terus dilakukan agar tetap relevan menghadapi era ini.

Unika Atma Jaya sukses memperoleh penghargaan bintang lima untuk kategori online learning. Penilaian QS Stars ini meliputi tiga komponen utama, yaitu: Student-faculty engagement, Student interaction, dan Student services and technology. Skor penuh dari tiga kriteria tersebut ada pada kriteria kedua dan ketiga. Hal ini membuktikan karya terbaik dosen yang mampu berinteraksi dengan mahasiswa dalam menjalankan online learning serta dukungan unit pendukung di Unika Atma Jaya terhadap layanan dan teknologi di balik layar online learning yang sudah dibangun dengan serius. Contoh dukungan ini adalah tersedianya learning management system (LMS) seperti Moodle dan Microsoft Teams, Office 365; tersedianya massice open & online courses (MOOC) AtmaZeds, serta digital library AtmaLib. Total komponen penilaian dari ketiga kategori ada 10 komponen yang seluruhnya hampir mencapai nilai maksimum. Selain ketiga komponen utama itu, penilaian juga menanyakan komitmen pimpinan terhadap online learning yang menghasilkan skor sempurna, hal ini dibuktikan dari rekam jejak kebijakan termasuk kebijakan dan keputusan menggunakan online learning secara masif dalam masa pandemi COVID-19 sejak Maret 2020.

Kesuksesan memperoleh penghargaan dari QS Stars tidak membuat Unika Atma Jaya lantas melupakan pengembangan peserta didik yang berkarakter.

Transformasi digital terus dilakukan melalui program online learning, digitalisasi sistem, serta kolaborasi dengan platform online. Hal tersebut menjadi daya dorong ekstra bagi Unika Atma Jaya untuk mengedepankan pembelajaran bagi semua mahasiswa.

Lebih jauh tentang online learning, perhatian terhadap metode pembelajaran ini menjadi penting karena merupakan solusi di tengah pandemi COVID-19. Meski terdapat beberapa kendala, metode ini cukup ampuh dalam memberikan layanan pendidikan.

Aspek lain yang perlu diperhatikan bahwa metode ini ternyata tidak sepenuhnya membuat masyarakat dapat beradaptasi dengan online learning karena memang membutuhkan usaha yang lebih seperti jaringan internet, kuota, memori dan perangkat lainnya.

Meski demikian, Unika Atma Jaya tetap melakukan transfer nilai social responsibility dan keterbukaan dengan memberikan beberapa dukungan kepada mahasiswa dalam menjalani online learning di masa pandemi COVID-19.

Bagi Unika Atma Jaya, menghadapi era pandemi ini bukan hanya terkait aspek teknologi dan kurikulum. Hal mendasar adalah mendidik generasi muda yang relevan dengan zamannya dengan tetap memiliki karakter Indonesia dan kepedulian sosial. Seperti yang disampaikan oleh salah satu pendiri Unika Atma Jaya, Frans Seda yang berbunyi “Untuk Tuhan dan Tanah Air”. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close