EKONOMI

Doni P Joewono: Optimalisasi Manufaktur dan Pariwisata Kunci Kebangkitan Ekonomi RI Pasca Pandemi

Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Doni Primanto Joewono (Dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Doni Primanto Joewono mengatakan akan mendorong optimalisasi industri manufaktur dan pariwisata sebagai salah satu strategi membangkitkan ekonomi RI setelah pandemi COVID-19 karena kedua sektor itu berperan meningkatkan surplus transaksi berjalan.

“BI akan berperan aktif melakukan sinergi kebijakan dengan memusatkan perhatian ke sektor prioritas ini,” katanya saat menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2020.

Menurutnya, industri manufaktur akan diarahkan kepada usaha yang berorientasi ekspor dengan lebih banyak menggunakan kandungan lokal dan berbasis sumber daya alam. Adapun fokus dalam industri manufaktur itu di antaranya bergerak di sektor pertambangan, pertanian, perkebunan dan perikanan.

Sementara untuk sektor pariwisata, ia akan mendorong penguatan destinasi wisata utama seperti Bali dan Bintan mengingat pariwisata merupakan sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Untuk itu, dalam fase normal baru pemulihan ekonomi sektor pariwisata, ia ingin mendorong paket wisata “COVID Friendly” dengan mempromosikan atraksi wisata minim interaksi yakni wisata alam.

“Objek wisata potensial di Bali dan Bintan untuk menarik asing asal Singapura, Malaysia, dan Australia,” katanya.

Doni menilai mendorong industri manufaktur dan pariwisata dapat meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Peningkatan daya saing ekonomi nasional, kata dia, merupakan salah satu bagian dalam mewujudkan pertumbuhan dan pemerataan untuk membangkitkan ekonomi setelah pandemi COVID-19. Selain daya saing, juga memperkuat basis pembiayaan pembangunan dan memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

Penguatan manufaktur dan pariwisata merupakan salah satu bagian yang dipaparkan Mantan Kepala Kantor Perwakilan Wilayah BI DKI Jakarta ini sebagai kandidat ketiga yang menjalani sesi terakhir uji kepatutan dan kelayakan Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Sebelumnya, dua koleganya yakni Juda Agung dan Aida S Budiman lebih dahulu menjalani tes serupa pada Selasa (7/7). (win)

Tags
Close