EKONOMI

Indofood Catatkan Laba Rp1,4 Triliun di Kuartal I 2020

Indofood Tower. (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatat laba bersih di kuartal I-2020 naik empat persen menjadi Rp1,4 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya hanya sebesar 1,35 persen.

Direktur Utama dan Chief Officer Indofood Anthoni Salim mengatakan capaian ini diperoleh di tengah kondisi global yang penuh tantangan seperti saat ini, terutama keberadaan virus korona (covid-19).

“Di tengah-tengah kondisi global yang penuh tantangan saat ini, Indofood berhasil mempertahankan kinerja yang baik di kuartal pertama 2020,” kata Anthoni dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 22 Mei 2020.

Adapun capaian laba kuartal I-2020 tersebut didukung oleh kenaikan penjualan neto konsolidasi sebesar satu persen menjadi Rp19,3 triliun. Tercatat pada periode yang sama tahun sebelumnya penjualan neto sebesar Rp19,17 triliun.

Selain itu, perusahaan juga mencatat laba usaha naik 33 persen menjadi Rp3,43 triliun dari Rp2,58 triliun, dan marjin laba usaha meningkat menjadi 17,8 persen dari 13,4 persen. Serta, capaian core profit meningkat 23 persen menjadi Rp1,52 triliun dari Rp1,24 triliun pada periode yang sama 2019.

Sedangkan untuk anak usaha yakni PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), Anthoni mencatat laba perode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat sekitar 48 persen, dari Rp1,34 triliun pada kuartal pertama 2019 menjadi Rp1,98 triliun di kuartal I-2020.

Capaian laba ICBP ini disebabkan meningkatkan penjualan neto konsolidasi sebesar tujuh persen dari Rp11,26 triliun menjadi Rp12,01 triliun.

“Di tengah ketidakpastian global, ICBP tetap tangguh dan mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba pada kuartal pertama 2020,” ungkapnya.

ICBP, kata Anthoni, juga mencatat laba usaha sebesar Rp 2,8 triliun, atau meningkat 43 persen dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp1,96 triliun. Serta, core profit meningkat 15 persen menjadi Rp1,57 triliun dari Rp1,37 triliun.

“Kami akan terus memonitor dan menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi, serta senantiasa mengelola bisnis kami secara berhati-hati dan tetap dapat bersaing di pasar,” tukasnya. (win)

Related Articles

Back to top button