EKONOMI

Jaga Ketersediaan Pasokan Daging Jelang Lebaran, Aspedata Gelar MoU dengan Perum Bulog dan PT Berdikari

Penandatangan MoU antara Aspedata dengan Perum Bulog dan PT Berdikari (Persero). (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Asosiasi Pedagang Daging Skala UKM dan Rumah Tangga (Aspedata) menggelar silaturahmi dan diskusi yang mengangkat tema “Kesiapan Anggota Aspedata Indonesia dalam Optimalisasi Kebutuhan Daging Menuju Era New Normal, di Jakarta, Selasa 23 Maret 2021.

Di sela acara pertemuan dan diskusi tersebut digelar juga acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) antara Aspedata dengan Perum Bulog dan PT Berdikari (Persero) sebagai BUMN yang mendapatkan tugas khusus dari Kementerian Perdagangan untuk mengimpor daging kerbau dan daging sapi untuk kebutuhan jelang Hari Raya Idul Fitri.

Acara penandatanganan kerjasama tersebut turut disaksikan oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan), Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), perwakilan dari Perum Bulog, PT Berdikari (Persero), Satgas Pangan Mabes Polri dan sejumlah anggota Aspedata.

Ketua Aspedata Diana Dewi mengatakan kehadiran stakeholder terkait dalam acara MoU dengan Perum Bulog dan PT Berdikari (Persero) menandakan telah terjadi kolaborasi yang sangat baik antara Aspedata dengan stakeholder.

“Saya apresiasi sekali dengan stakeholder yang begitu peduli, bahkan Satgas Pangan Mabes Polri ikut hadir dalam acara Mou ini. Semoga ini pertanda bahwa Aspedata tidak sendiri dalam menghadapi persoalan yang dihadapi. Tetapi kita semua bersama hadir disini bahu membahu sesuai dengan tema acara,” ujar Diana dalam keterangan resminya, (24/3).

Diana menjelaskan, saat ini negeri ini masih dilanda Pandemi. Namun demikian kita semua harus tetap produktif untuk memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokoknya akan daging agar imun mereka tetap terjaga.

Dalam waktu dekat lanjut Diana, kita akan menghadapi Lebaran, dan kita semua yang hadir di acara ini akan berusaha seoptimal mungkin untuk menghadirkan pasokan daging yang mencukupi dengan harga yang rasional di momen yang sangat spesial tersebut.

”Melalui MoU dengan Perum Bulog dan PT Berdikari (Persero), Insya Allah harga akan selalu stabil dan barang tercukupi. Kami dari Aspedata akan menjaga pasokan khusus di wilayah Jabodetabek, Banten dan Bandung Raya,”jelasnya.

Sebagai organisasi yang telah berdiri sejak tahun 2012 ungkap Diana, Aspedata telah menjalin banyak kemitraan dengan pelaku usaha UMKM berbasis rumahan.

“Kami sudah banyak menjalin kemitraan dengan pelaku usaha kelas rumahan. Mereka banyak yang menjadi reseller dari anggota Aspedata yang jaringannya tersebar di seluruh Indonesia,” tutur Diana.

Direktur Bisnis Perum Bulog Feby Novita menyambut baik penandatangan kerjasama dengan Aspedata. Pasalnya penandatanganan kerjasama ini adalah ikhtiar kita bersama untuk menghadirkan ketersediaan dan harga daging yang stabil untuk kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.                                                                                                                                                                                                                                “Dengan kondisi pandemi saat ini, daya beli masyarakat nggak sebaik tahun lalu. Jadi kita harus bantu mereka dengan menghadirkan harga yang terjangkau dan mudah-mudah-an teman-teman di Aspedata bisa mendistribusikan daging ke seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Feby berharap amanah impor yang diemban Perum Bulog bisa disinergikan dengan anggota Aspedata dengan tujuan menghadirkan ketersediaan dan harga sesuai HET yang ditetapkan oleh Kemendag.

“Saya berharap kita semua yang hadir disini bisa berkolaborasi dan bersinergi dengan tujuan tersebut,” cetusnya.

Direktur Operasional PT Berdikari Muhammad Hasyim mengapriesiasi acara yang digagas oleh Aspedati.

Menurutnya pertemuan seperti ini sangat positif untuk mempertemukan antara buyer dengan supplier yang ada.

“Kami mendapatkan penugasan impor daging sapi Brazil sebanyak 20 ribu ton yang diperkirakan akan hadir di minggu pertama Bulan Mei. Karena itu setelah MoU ini, kami berharap bisa segera ditindaklanjuti dengan pembelian dari anggota Aspedata,” jelasnya.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Syamsul Ma’arif mengatakan penugasan impor kepada Perum Bulog dan PT Berdikari (Persero) adalah dalam rangka memastikan ketersediaan stok dan menstabilkan harga daging yang dibutuhkan oleh masyakarat terutama menghadapi momen Hari Raya Idul Fitri.

“Yang harus kita amankan adalah ketersediaan untuk wilayah Jabodetabek dan sekitarnya, karena kalau kurang satu saja, akan ribut sekali,” paparnya.

Related Articles

Back to top button