EKONOMI

OJK Mendorong Industri Keuangan Perkuat Keamanan Siber di Era Digital

OJK terus mendorong industri jasa keuangan di Indonesia mengoptimalkan digitalisasi guna memacu bisnis dan beradaptasi di kenormalan baru. Meski demikian, sektor keuangan diharapkan juga memaksimalkan keamanan siber di era serba digital sekarang ini untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat. (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong industri jasa keuangan di Indonesia mengoptimalkan digitalisasi guna memacu bisnis dan beradaptasi di kenormalan baru. Meski demikian, sektor keuangan diharapkan juga memaksimalkan keamanan siber di era serba digital sekarang ini untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

“Bagaimana keamanan siber ditingkatkan dan tentunya kami dari OJK terus mengamati dalam rangka terus menjaga keamanan siber ini,” kata Kepala OJK Regional 1 DKI Jakarta dan Banten Dhani Gunawan Idat, dalam webinar bertajuk ‘Keamanan Siber: Ancaman Potensial, Mitigasi Risiko, dan Mekanisme Koordinasi Antar Lembaga’, Senin, 27 September 2021.

Dirinya tidak menampik masing-masing lembaga jasa keuangan termasuk perbankan yang berada di bawah pengawasan OJK sudah memiliki ketentuan secara internal baik manajemen risiko, tata kelola, Sumber Daya Manusia (SDM), maupun infrastruktur terkait keamanan siber. Namun, bukan berarti OJK melepas pengawasan begitu saja.

“Tapi tentunya kami (OJK) juga lebih ingin mengetahui bagaimana secara kolektif dari sisi OJK, industri (jasa keuangan di Indonesia), kementerian (terkait), dari sisi badan otoritas lain yang terkait dengan keamanan siber tentang bagaimana kesiapannya sehingga nantinya akan membentuk ketahanan nasional,” tegasnya.

Hal itu, tambah Dhani, menjadi penting karena ketergantungan industri jasa keuangan terhadap digital sudah diharuskan dan diperlukan. “Ini penting sekali ke depan. Saya kira karena kita ketergantungan terhadap digital. Ini suatu keniscayaan dan semakin kita bergantung maka semakin kita juga waspada dengan keamanan,” tuturnya.

Dengan dasar itu, masih kata Dhani, OJK berupaya terus menggali mengenai ancaman potensial dan mitigasi risiko keamanan pada ruang siber dan mitigas risikonya. Kemudian, mencari tahu mengenai pertahanan siber yang terintegrasi untuk stabilitas sistem keuangan.

“Serangan siber ini tidak hanya dari individu tapi juga bisa berasal dari bencana, baik bencana alam maupun bencana digital lainnya. Nah ini yang juga barangkali bisa kita pikirkan apakah kita juga perlu membentuk satgas keamanan siber di industri jasa keuangan dan pembentukan protokol pencegahan serta penanganan bencana,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, kokohnya ketahanan siber di era digital di industri jasa keuangan sangat penting untuk penyelenggaraan sistem keuangan nasional. “Tentunya ini kalau sudah semakin lengkap dari regulasi dan protokol maka semakin memperkuat dan memperkokoh ketahanan nasional,” pungkasnya.

Related Articles

Back to top button