EKONOMI

Pelaku Usaha Merespon Positif Rencana Resufle Kabinet

Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang. (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Pelaku Usaha merespon positif rencana resufle kabinet yang saat ini bergulir ditengah kita menghadapi ancaman krisis ekonomi sebagai dampak pandemi covid 19.

Ketua Umum DPD HIPPI (Himpunan Pengusaha Pribumu Indonesia) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan kegalauan Presiden Joko Widodo yang disampaikan pak pada sidang kabinet beberapa waktu yang lalu, hampir sama juga dengan yang dirasakan dunia usaha saat ini dimana ada Menteri yang lambat merespon dinamika yang terjadi dikalangan dunia usaha dimasa pandemi covid 19 ini.

“Kita menilai Menteri yang membidangi ekonomi ada yang cepat merespon, ada yang sedang dan ada yang lambat. Padahal saat Presiden Jokowi membentuk Kabinet sosok Menteri yang diharapkan adalah yang memiliki kemampuan manajerial dan cepat mengeksekusi program,” ujar Sarman.

Menurut Sarman, kini saatnya Presiden mengevaluasi kinerja para Menteri untuk selanjutnya melakukan resufle dengan figur yang lebih mumpuni dan menguasai bidangnnya serta cepat merespon situasi dan kondisi lapangan. Pasalnya ditengah ketidakpastian dan ancaman krisis ekonomi sangat diharapkan figur Menteri yang memiliki kreativitas dan inovasi dengan berbagai terobosan untuk mampu menjawab tantangan besar yang ada di depan mata kita.

“Jika memang Presiden Jokowi melakukan resufle pengusaha berharap agar benar benar orang yang professional dan sedapat mungkin tidak berasal dari Partai Politik agar kinerjanya fokus tidak terbebani dengan kepentingan partai,”ungkap Sarman.

Menghadapi pertumbuhan ekonomi yang diprediksi tumbuh minus, Presiden memerlukan tim kabinet yang kompak, solid, cerdas, lincah, kreatif dan inovatif serta mengedepankan koordinasi sehingga tidak menimbulkan ego sektoral.

“Dunia usaha banyak terpuruk, jutaan UMKM terancam tidak dapat membuka kembali usahanya, daya beli menurun akibat banyak masyarakat yang kehilangan mata pencaharian, terkena PHK dan dirumahkan ini semua tantangan ekonomi yang harus cepat direspon dan dicarikan solusinya,” jelas Sarman.

Dengan adanya resufle ini lanjut Sarman, ada secercah harapan agar apa yang menjadi kegalauan Presiden dan dunia usaha dapat terjawab. Adapun siapa yang akan di resufle tentu semua kembali kepada hak progratif  Presiden, kita sangat yakin Presiden akan objektif dalam melakukan penilaian dan evaluasi dengan indikator yang terukur sehingga siapapun yang diresufle dapat menerima secara legowo dan tidak memiliki implikasi politik.

“Semoga Presiden mendapatkan figure yang tepat dan direspon positif oleh pasar sehingga kita mampu menghadapi dan melewati badai ini. Kita meyakini melalui kerjasama dan kerja keras kita semua pertumbuhan ekonomi kita secara perlahan dan pasti akan tumbuh positif,” tandas Sarman.(win)

Tags

Artikel Terkait

Close