EKONOMI

Teten Minta GrabKios Pasarkan Produk Usaha Mikro

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (empat kiri) bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (dua kanan) minta GrabKios pasar produk usaha mikro. (ANTARA/HO Humas kemenkop/am.)

Jakarta Review, Jakarta – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi langkah Grab Indonesia yang membangun GrabKios di seluruh Indonesia dan meminta agar aplikasi warung digital tersebut juga memasarkan produk usaha mikro.

“Saya meyakini dengan aplikasi ini seluruh warung yang ada, yang notabene pelaku usaha mikro, bisa mengambil manfaat besar untuk menciptakan daya saing di pasar,” kata Teten Masduki pada acara peluncuran GrabKios dan perayaan Hari Warung Nasional 2019 di Gedung Smesco Jakarta, Kamis.

Teten juga meminta GrabKios jangan hanya memasarkan produk dari usaha besar saja, melainkan juga harus turut memasarkan produk hasil industri rumahan (usaha mikro).

“Bila dari sisi kemasan belum menarik, perbaiki, dengan langkah pendampingan hingga berujung pada kemasan yang mampu menarik konsumen. Sehingga, produk UKM bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ucap Teten.

Saat ini, menurut Teten, produk UMKM membutuhkan sentuhan teknologi aplikasi dalam memasarkan produk-produknya.

“Dengan digitalisasi seperti ini, saya meyakini akan ada peningkatan ekonomi di warung-warung. Intinya, dengan digitalisasi maka pasar UMKM akan menjadi lebih besar lagi,” kata Teten.

Teten mengakui, saat ini usaha warung menghadapi tantangan berat dengan menjamurnya jaringan ritel modern di seluruh Indonesia. Bahkan, tak sedikit warung yang mati karena tak memiliki daya saing dengan ritel modern.

“Di sini saya harapkan peran dari GrabKios untuk meningkatkan daya saing warung melalui aplikasi digitalisasi ekonomi,” kata Menkop dan UKM.

Selain itu, lanjut Teten, warung-warung juga harus memiliki akses yang sama dengan ritel modern, khususnya dalam mengakses barang-barang secara langsung dari pabrikan dan distributor besar.

“Yang pada ujungnya, ada kesamaan harga di warung dan ritel modern. Selama ini kan harga jualnya tidak sama, karena keterbatasan warung dalam mengakses barang dari pabrikan,” kata Menkop dan UKM.

Ia menyebutkan bahwa pasar e-commerce di Indonesia terbilang masih sangat besar.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, salah satu program pemerintah saat ini adalah mengurangi disparitas harga yang ada di tengah masyarakat di Indonesia.

“Dengan terus membangun konektivitas di seluruh Indonesia, diharapkan dapat menciptakan harga barang yang murah dan terjangkau masyarakat,” kata Menhub.

Tak hanya itu, Menhub pun meminta GrabKios untuk dapat memanfaatkan dan meningkatkan peran para pengemudi ojek online yang jumlahnya sudah mencapai ribuan orang agar mereka bisa juga berdagang kebutuhan pokok masyarakat, seperti beras, gula, dan sebagainya.

“Aplikasi GrabKios ini merupakan salah satu cara untuk turut mendistribusikan barang ke seluruh Indonesia,” kata Budi.

Managing Director Grab Indonesia Neneng Gunadi menekankan bahwa warung memiliki peran penting dalam tatanan sosial dan ekonomi di tengah masyarakat. “Warung juga merupakan sumber kehidupan ekonomi di Indonesia. Oleh karena itu, warung harus bisa terus hidup di era digital ekonomi sekarang ini,” kata Neneng.

Neneng menambahkan, kehadiran GrabKios bertujuan untuk memberdayakan jutaan warung di Indonesia dan meningkatkan perannya dalam kancah ekonomi digital. “GrabKios akan membuat warung-warung memiliki daya saing di pasar. Apalagi, saat ini, kami sudah memiliki 2,6 juta mitra GrabKios di lebih dari 500 kota dan kabupaten di Indonesia,” ungkap Neneng.

Oleh karena itu, Neneng berharap agar jangan memandang sebelah mata keberadaan warung-warung. “Warung juga memiliki peran besar dalam membangun ekonomi nasional. Untuk menciptakan warung tradisional yang berdaya saing, saya berharap kerja sama dengan Kemenkop dan UKM serta pihak lain seperti Perum Bulog, dapat terus ditingkatkan,” kata Neneng.

Sumber: Antara

Tags
Close