BerandaNASIONALEKONOMIGebrakan UMKM Jakarta di Wuhan, Siap Dominasi Pasar Pangan Tiongkok

Gebrakan UMKM Jakarta di Wuhan, Siap Dominasi Pasar Pangan Tiongkok

JAKARTA, jakrev.com – UMKM binaan Jakarta kini tidak lagi sekadar jago kandang. Melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, produk lokal ibu kota resmi menjajaki pasar raksasa di China lewat ajang Indonesia-China Food & Ecosystem Forum 2026 serta The 14th China Food Trade Fair 2026 di Wuhan.

Langkah strategis ini bukan sekadar pameran, melainkan misi diplomasi ekonomi untuk membawa produk makanan olahan dan perikanan Jakarta masuk ke dalam rantai pasok global.

Membuka Keran Investasi dan Ekspor

Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo menegaskan bahwa partisipasi ini adalah momentum emas bagi pelaku usaha di Jakarta. Tiongkok, dengan populasi dan daya beli yang masif, menjadi target utama untuk meningkatkan volume ekspor Indonesia.

“Ini langkah konkret membuka akses pasar global. Kami ingin usaha binaan Jakarta naik kelas; tidak hanya kuat di pasar domestik, tapi punya daya saing tinggi di level internasional,” ujar Elisabeth dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).

Menurutnya, forum ini juga menjadi pintu masuk bagi investasi industri pengolahan pangan. Tujuannya jelas, memperkuat kapasitas produksi dalam negeri agar ketergantungan terhadap barang impor bisa ditekan secara signifikan.

Standarisasi Menuju Ekosistem Global

Meski peluang terbuka lebar, Elisabeth mengingatkan bahwa kualitas dan standarisasi adalah harga mati.

Dinas PPKUKM berkomitmen terus melakukan pendampingan ketat, mulai dari proses kurasi, sertifikasi, hingga pembenahan kemasan (branding) agar sesuai dengan selera dan regulasi pasar Tiongkok.

Strategi ini selaras dengan arahan Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, yang turut memimpin delegasi Indonesia di Wuhan.

Kehadiran Paviliun Indonesia yang diisi oleh 17 eksibitor terpilih menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memfasilitasi produk unggulan nasional.

Manfaat Jangka Panjang: Kontrak Dagang dan Teknologi

Selain target penjualan langsung, keikutsertaan Jakarta dalam forum ini membawa tiga misi utama:

  1. Kontrak Dagang: Membuka jalur distribusi tetap di berbagai provinsi di Tiongkok.

  2. Injeksi Modal: Menarik investor untuk membangun pabrik pengolahan pangan di tanah air.

  3. Transfer Teknologi: Mengadopsi sistem produksi modern guna meningkatkan efisiensi UMKM.

“Dengan masuknya teknologi dan investasi, UMKM kita akan menjadi bagian dari ekosistem industri global yang berkelanjutan. Hal ini tentu akan berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja baru di Jakarta,” pungkas Elisabeth.

BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan tulis nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

JANGAN LEWATKAN