NASIONAL

Ibas Sebut Kredit Usaha Rakyat sebagai Produk Kebanggaan Bangsa

Edhie Baskoro Yudhoyono. (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang biasa disapa Ibas mengapresiasi program kredit usaha rakyat (KUR) yang merupakan produk kebangsaan bangsa, serta dinilai telah dijalankan dengan baik oleh berbagai bank milik negara.

“KUR ini adalah produk kebanggaan bangsa kita. Tentu banyak tantangan dan juga tidak sedikit peluang yang kita dapatkan dari program yang sangat bersentuhan langsung dengan masyarakat,” kata Edhie Baskoro Yudhoyono dalam rilis yang diterima di Jakarta, Minggu, 9/2.

Menurut dia, KUR itu bukan hanya dinilai sebatas uang yang digelontorkan, namun secara filosofi KUR merupakan upaya untuk menyelesaikan masalah ekonomi, sesuai dengan tujuan utama KUR yaitu mengentaskan kemiskinan.

Politisi Partai Demokrat itu mengingatkan bahwa KUR telah diinisiasi sejak tahun 2007 atau sudah berjalan selama 13 tahun.

Ia menekankan bahwa program KUR yang diinisiasi pada zaman Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini ke depan harus memperluas cakupan usaha-usaha yang berada di Tanah Air untuk mengurangi angka pengangguran secara merata di Indonesia.

“Itulah mengapa KUR dimunculkan di Indonesia, dan saya melihat perkembangan selama 13 tahun ini, jangkauan sudah merata. Bahkan ada sekitar 60 persen KUR dikelola oleh kaum perempuan,” katanya.

Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memproyeksikan penyaluran KUR tahun 2020 akan semakin kencang terbukti baru dua minggu pada Januari ini realisasinya mencapai Rp2 triliun.

“Ini baru awal tahun, bulan kedua, bulan ketiga makin besar, saya yakin itu,” kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir di Jakarta, Selasa (21/1).

Menurut dia, penyaluran KUR yang gesit itu dilakukan oleh salah satu bank terbesar di Indonesia.

Kencangnya penyaluran KUR hingga minggu kedua awal tahun ini diperkirakan karena suku bunga yang ditawarkan lebih rendah mencapai enam persen dibandingkan tahun lalu mencapai tujuh persen per tahun.

Target KUR tahun ini mencapai Rp190 triliun atau naik 36 persen dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp140 triliun dan akan terus ditingkatkan hingga tahun 2024 mencapai Rp325 triliun. Peningkatan target penyaluran KUR itu diikuti dengan relaksasi kebijakan seperti peningkatan maksimum plafon KUR mikro dan peningkatan akumulasi plafon KUR Mikro tahun 2020.

Maksimum plafon KUR mikro semula Rp25 juta menjadi Rp50 juta per debitur dan untuk akumulasi plafon KUR mikro sektor perdagangan juga meningkat dari Rp100 juta menjadi Rp200 juta.

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Close