NASIONAL

Jasa Raharja Siapkan Santunan, Besarannya Masih Dikoordinasikan

Direktur Utama Jasa Raharja, Budi Rahardjo. (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Pesawat Sriwijaya Air Boeing 737-500 dengan nomor penerbangan SJ-182 rute Jakarta-Pontianak jatuh di perairan antara Pulau Laki dan Pulau Lancang kawasan Kepulauan Seribu. Sriwijaya Air SJ-182 membawa 40 penumpang dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi, dan 12 awak (6 kru aktif dan 6 kru ekstra).

PT Jasa Raharja (Persero) pun siap memberikan santunan duka maupun klaim asuransi kepada para keluarga korban buka suara.

“Jasa Raharja telah melakukan koordinasi dengan pihak Kementerian Perhubungan, Basarnas, Airnav, Sriwijaya Air dan instansi terkait lainnya serta menyiagakan seluruh personil Jasa Raharja di posko-posko yang dibentuk oleh pemerintah di Bandara Soekarno Hatta, BASARNAS dan Bandara Supadio – Pontianak,” kata Direktur Utama Jasa Raharja, Budi Rahardjo, Sabtu malam (9/1/2021)

“Jasa Raharja terus memantau perkembangan terkini dalam penanganan peristiwa tersebut. Dan kita tentu berharap dan mendoakan yang terbaik,” sambung Budi.

Namun pihak Jasa Raharja belum bisa memberi kepastian soal santunan karena harus berkoordinasi dulu dengan Kementerian Perhubungan dan pihak terkait lainnya.

Sebagai informasi, berdasarkan UU No 33 tahun 1964 dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 15 tahun 2017, bagi korban meninggal dunia kecelakaan pesawat, maka Jasa Raharja menyerahkan hak santunan sebesar Rp 50 juta, dan dalam hal korban luka luka, Jasa Raharja akan menjamin biaya perawatan Rumah maksimal Rp 25 juta.

Sedangkan berdasarkan Permenhub No.PM 77/Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara, korban jiwa karena kecelakaan pesawat mendapatkan santunan Rp1 ,25 miliar.

Bagi para keluarga korban, bisa mendatangi posko yang dibuka di pintu Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng dan menghubungi nomor hotline berikut ini: 021 – 8063 7816 dan 021 – 8063 7817.

Related Articles

Back to top button