DIDAKTIKANASIONAL

Kolonel Kav Muhammad Zamroni: Jadi Tentara Karena Paskibraka

Komandan Koprs Siswa (Dankorsis) Seskoad Kolonel Kav Muhammad Zamroni. (Dok pribadi)

Jakarta Review – Pelatihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), tampaknya menjadi bekal penting bagi para anggotanya dalam meniti kehidupan. Hal inilah yang dialami oleh Komandan Korps Siswa (Dankorsis) Seskoad Kolonel Kav Muhammad Zamroni.

Pada tahun 1986, tepatnya saat duduk di bangku kelas 3 SMA, lelaki kelahiran 15 Juli 1968 ini  terpilih sebagai Paskibraka mewakili Provinsi Jambi. Saat itu dirinya terpilih untuk tugas pengibaran bendera di Istana Merdeka. Nah disinilah awal mula perkenalannya dengan dunia militer.

“Saya banyak berinteraksi dengan Komandan Pasukan (Danpas)  Paskibraka yaitu Perwira TNI, salah satunya,  adalah mantan Kepala BIN Letjen (Pur) Marciano Norman, yang saat itu masih berpangkat kapten,” kata sulung dari tiga bersaudara ini kepada Jakarta Review .

Usai bertugas sebagai Paskibraka, tekadnya semakin kuat dan bulat untuk menjadi prajurit TNI. Tak ayal, meskipun telah diterima menjadi mahasiswa Jurusan Ilmu Tanah di Fakultas Pertanian Universitas Jambi, ayah dua anak ini lebih memilih masuk Akademi Militer dan mengundurkan diri dari Universitas Jambi. Tampaknya menjadi taruna Akmil menjadi pilihan hidupnya.

Masuk Akmil pada tahun 1987, menjadi seorang Kavaleri sejak tingkat satu sampai dengan tingkat akhir (tingkat tiga) pendidikan di Akademi Militer, kemudian setelah dilantik menjadi perwira tahun 1990, dilanjutkan dengan Pendidikan Dasar Kecabangan Kavaleri di Pusdikkav – Padalarang.

Penugasan pertama di Batalyon Kavaleri 1/Divif 1/Kostrad, dengan bidang penugasan yang lengkap sejak Komandan Peleton Tank, Perwira Seksi Operasi Batalyon dan Komandan Kompi Tank. Pada tahun 1996, Lettu Kav Muhammad Zamroni mengikuti Pendidikan Dasar Kecabangan Kavaleri komparatif (ROBC-Armoured atau Regimental Officer Basic Course)  di School of Armoured Puckapunyal – Australia yang semakin mematangkan pengetahuan dan keterampilannya sebagai Perwira Kavaleri.

Perwira ini memiliki perjalanan karir diantaranya, setelah menyelesaikan Selapa II Kavaleri ditempatkan sebagai Guru Militer Departemen Taktik dan Staf Pusdikkav. Kemudian pada akhir tahun 2000 ditugaskan di Kalimantan Timur sebagai Komandan Detasemen Kavaleri 1 Dam VI/TPR (Sekarang Dam VI/MLW). Sempat menjadi Kepala Staf Kodim 0902/TRD di Kabupaten Berau – Kaltim sebelum mengikuti Pendidikan Seskoad. Selesai mengikuti Seskoad di akhir tahun 2004 ditugaskan sebagai Kabag Litbang Materiil Sdirbinlitbang Pussenkav.

Pada awal tahun 2005 Mayor Kav Muhammad Zamroni mengikuti Kursus Operasi Gabungan di Australia dan pada tahun 2006 mengikuti Sesko Komparatif (ACSC, Australian Command and Staff Colege) yang merupakan pendidikan bersifat gabungan dan mendapat gelar PSC-J (Passed Staff Colege Joint). Usai pendidikan di Australia, yang bersangkutan kembali bertugas di Pussenkav sebagai Kabag Litbang Sistem dan Metode.

Pada awal tahun 2008, Letkol Kav Muhammad Zamroni ditugaskan sebagai Komandan Batalyon Kavaleri 8/Divif 2/Kostrad yang berdislokasi di Pasuruan – Jawa Timur, semasa periode ini, Lekol Kav Muhammad Zamroni berkesempatan mengikuti pendidikan ASC (Advanced Security Cooperation) di APCSS Hawaii – USA.

Pada akhir tahun 2009, ditugaskan sebagai Pabandya Perbatasan Utara-Timur di Spaban V Kerjasama Perbatasan Staf Operasi Mabes TNI. Dalam posisi ini, Letkol Kav Muhammad Zamroni mengurusi kerjasama militer yang dilakukan oleh TNI termasuk operasi di perbatasan dengan negara tetangga, sehingga memberikan peluang kepada yang bersangkutan untuk berinteraksi dengan militer mancanegara dan ditugaskan ke Singapura, Malaysia, Thailand, Philipina, Kamboja, Amerika Serikat.   Juga berkesempatan mengikuti dua kursus singkat di Hawaii yaitu Military Operations and Law (Milops) dan MPAT (Multinational Planning Augmentation Team)

Pada awal tahun 2012, Letkol Kav Muhammad Zamroni mengikuti proses seleksi untuk menjadi Ajudan RI-1/RI-2 dan dalam proses panjang tersebut pada Bulan Agustus 2012, terpilih sebagai Ajudan RI-2 (Wapres saat itu, Prof Dr Boediono). Bertugas sebagai Ajudan Wapres, yang bersangkutan mendapatkan pengalaman yang luar biasa tentang kepemimpinan dan berbagai persoalan kehidupan berbangsa dan bernegara  sampai dengan akhir pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu II tanggal 20 Oktober 2014. Setelah itu, Kolonel Kav Muhammad Zamroni ditugaskan sebagai Komandan Korem 052/WKR Kodam Jaya dengan wilayah tanggung jawab meliputi Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Tanggerang Raya (Kabupaten, Kota dan Kota Tangsel) dengan segala dinamika kehidupan masyarakat yang menjadi barometer Indonesia.

Dari posisi Danrem mengantarkan Kolonel Kav Muhammad Zamroni menjadi peserta PPRA LV Lemhannas RI tahun 2016 yang ditutup pada bulan November 2016. Kemudian Kolonel Kav Muhammad Zamroni mendapat tugas sebagai Direktur Pembinaan Teritorial (Dirbinter Pusterad). Dan sejak bulan Juni yang lalu menjabat sebagai Komandan Korps Siswa (Dankorsis) Seskoad.

Lebih lanjut Kolonel Kav Muhammad Zamroni mengutarakan Paskibraka sebagai wadah  mencetak generasi muda yang memiliki nasionalisme dan patriotisme dan tersebar di seluruh penjuru tanah air.

“Setiap tahun di didik anggota baru dan para mantan tergabung dalam PPI (Purna Paskibraka Indonesia). PPI dapat menjadi pelopor dalam memperkuat nasionalisme dan patriotisme pada berbagai lapisan masyarakat di seluruh tanah air, sudah tepat bila pemerintah memberikan perhatian dalam pembinaan Paskibraka maupun PPI,” tuturnya.

Ia menambahkan

“kawan-kawan saya yang berkarir di berbagai bidang menunjukkan disiplin, integritas dan nasionalisme yang baik karna bangga menyandang predikat Paskibraka” tandasnya. (win/derap paskibraka)

Tags

Artikel Terkait

Close