NASIONAL

OJK Cari Format Edukasi Literasi Keuangan Digital untuk Millenial

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang mencari format bagi edukasi literasi keuangan digital yang menyasar generasi millenial Indonesia dalam rangka mendongkrak tingkat literasi keuangan nasional.

“Kita sedang mencari format untuk literasi keuangan digital yang berkaitan dengan generasi millenial, sehingga kita harus menggunakan gaya-gaya generasi Millenial,” ujar Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK Horas VM Tarihoran dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis.

Menurut Horas, edukasi literasi keuangan digital bagi generasi millenial tentunya perlu disampaikan oleh millenial melalui pendekatan sosial media, menggunakan influencer, dan sebagainya.

Dalam rangka meningkatkan tingkat literasi keuangan nasional, OJK juga menggunakan pendekatan kearifan lokal dan bahasa-bahasa yang sederhana saat melakukan edukasi literasi keuangan ke pelosok daerah-daerah di Indonesia.

“Kami sudah mulai menggunakan pendekatan atau kearifan lokal setempat agar masyarakat lebih paham,” katanya.

Setiap kali OJK mendatangi daerah-daerah di Indonesia selain melakukan edukasi literasi keuangan, OJK juga mempelajari kearifan-kearifan lokal.

Contohnya OJK menggunakan wayang untuk mengenalkan literasi keuangan kepada masyarakat di daerah-daerah Jawa, kemudian menggunakan opera keliling untuk masyarakat di Medan.

Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK tersebut mengakui bahwa edukasi literasi keuangan Indonesia dinilai terlambat ditanamkan ketimbang negara-negara lain karena literasi keuangan tidak diperkenalkan sejak dini di Indonesia.

“Negara-negara lain sebetulnya mereka juga memiliki masalah dengan tingkat literasi keuangan, cuma tingkat literasi keuangan mereka tidak serendah Indonesia. Lalu kenapa tingkat literasi keuangan mereka tidak begitu rendah? karena di luar negeri literasi keuangan sudah mulai diperkenalkan sejak dini,” ujar Horas. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close