LONDON, jakrev.com – Langkah Arsenal di ajang Piala FA musim ini resmi terhenti setelah menyerah di tangan tim kasta kedua, Southampton. Meski menelan pil pahit, manajer The Gunners, Mikel Arteta enggan menyalahkan anak asuhnya.
Alih-alih mengkritik secara terbuka, dia justru menantang pasukannya untuk “berkaca” demi menyelamatkan sisa musim.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak kedua bagi Arsenal dalam waktu singkat. Setelah sebelumnya gagal di final Carabao Cup, Bukayo Saka dan kawan-kawan kembali tampil di bawah performa terbaiknya saat bertandang ke St Mary’s pada Sabtu (4/4/2026).
Dua gol kemenangan Southampton yang dicetak oleh Ross Stewart dan Shea Charles sudah cukup untuk mengubur mimpi treble Meriam London.
Memilih Pasang Badan untuk Pemain
Walaupun publik mulai mempertanyakan mentalitas juara Arsenal, Arteta tampil sebagai tameng pertama bagi para pemainnya. Dia menegaskan tetap mencintai perjuangan skuatnya yang telah berjuang keras selama sembilan bulan terakhir.
“Saya tidak akan mengkritik mereka karena kalah di sini. Apa yang mereka korbankan secara fisik sangat luar biasa, bahkan beberapa pemain sebenarnya tidak dalam kondisi fit untuk bermain hari ini. Saya akan membela mereka lebih dari sebelumnya,” ujar Arteta dengan nada tegas, dikutip Sky Sports.
Namun, pelatih asal Spanyol itu memberikan pesan mendalam sebagai bahan evaluasi internal. Menurutnya, kegagalan ini harus menjadi titik balik bagi mentalitas tim.
“Jika ada yang harus bertanggung jawab, itu adalah saya. Mari kita berkaca pada diri sendiri, terima situasinya, dan lawan rasa keterpurukan ini untuk melangkah maju dengan kejelasan visi,” ungkapnya.
Baca juga: Persebaya Kembali ke Jalur Kemenangan, Francisco Rivera Jadi Mimpi Buruk Persita Lagi
Keanehan di Lini Pertahanan dan Badai Cedera
Salah satu poin yang disoroti Arteta dalam laga tersebut adalah buruknya koordinasi lini belakang dalam mengantisipasi bola-bola panjang. Gol pertama Southampton yang melibatkan kesalahan antisipasi Ben White disebut Arteta sebagai sesuatu yang “sangat aneh” bagi standar pertahanan Arsenal musim ini.
“Kami tidak mengelola bola panjang dengan cukup baik. Pada babak pertama, kami membiarkan bola melewati pertahanan begitu saja hingga lawan berhadapan satu lawan satu. Cara kami kebobolan gol kedua juga serupa. Sangat sulit dijelaskan,” keluh Arteta.
Masalah kian pelik bagi Arsenal setelah bek andalan mereka, Gabriel Magalhaes harus ditarik keluar karena cedera lutut. Kehilangan Gabriel tentu menjadi sinyal bahaya, mengingat Arsenal tengah memasuki periode krusial dalam perebutan gelar juara Premier League.
Baca juga: Tanpa Antre Subuh, BPJS Ketenagakerjaan Rilis Fitur Jadwal Pasti di Lapak Asik
Fokus Tersisa ke Premier League dan Liga Champions
Saat ini, Arsenal memang masih memimpin klasemen Premier League dengan keunggulan sembilan poin atas Manchester City. Namun, City masih mengantongi tabungan satu pertandingan dan akan menjamu Arsenal di Etihad dalam beberapa pekan mendatang.
Dengan tersingkirnya mereka dari kompetisi domestik lain, fokus Arsenal kini sepenuhnya tertuju pada mengangkat takhta liga dan mengejar prestasi di Liga Champions. Arteta meminta timnya tetap tenang dan menjaga level energi setinggi mungkin.
“Kami memiliki periode paling indah di depan kami. Biasanya Anda menghadapi dua atau tiga momen sulit seperti ini dalam satu musim. Mari kita bangkit dan membuktikan kapasitas kita yang sebenarnya,” pungkas Arteta.
Kini, ujian sesungguhnya bagi konsistensi Meriam London adalah bagaimana mereka merespons kekalahan ini di laga-laga berikutnya agar tidak kehilangan momentum dalam perburuan gelar juara.

