OLAHRAGA

Debut Kandang Jefferson Silva: Takjub Atmosfer GBT, Sayangkan Efektivitas Persebaya

Debut Jefferson Silva di GBT ternoda hasil imbang Persebaya vs Dewa United. Simak ulasan laga dan kekaguman sang bek Brasil pada Bonek!

SURABAYA, jakrev.com – Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya kembali membuktikan diri sebagai salah satu panggung sepakbola paling ikonik di Indonesia.

Dalam laga pekan ke-19 Super League 2025/2026 yang mempertemukan Persebaya Surabaya kontra Dewa United, Minggu (1/2/2026), atmosfer tribun menjadi sorotan utama, melampaui drama hasil imbang 1-1 yang tersaji di lapangan.

Bagi bek anyar asal Brasil, Jefferson Silva, laga ini adalah perkenalan resminya dengan publik Surabaya. Meski gagal memberikan kado kemenangan, Jefferson mengaku terkesima dengan loyalitas sekitar 23 ribu Bonek dan Bonita yang hadir langsung.

Sinergi Suporter dan Motivasi Pemain

Jefferson menyoroti betapa krusialnya peran suporter dalam menjaga mentalitas bertanding tim. Baginya, pemandangan tribun yang menghijau bukan sekadar visual, melainkan energi tambahan yang dirasakan langsung oleh pemain di lapangan.

“Hari ini stadion cukup penuh dan sangat indah untuk dilihat. Bonek dan Bonita memberikan dukungan luar biasa kepada kami,” ujar Jefferson, seperti dikutip dari persebaya.id, Senin (2/2/2026).

“Saya merasa sangat senang sekaligus termotivasi dengan dukungan penuh tersebut,” sambung pemain 29 tahun itu usai pertandingan.

Analisis Laga: Keunggulan Jumlah Pemain yang Terbuang

Secara teknis, Persebaya sebenarnya memiliki modal besar untuk mengamankan poin penuh. Green Force sempat unggul lebih awal lewat penyelesaian akhir Francisco Rivera pada menit ke-23, hasil skema apik yang diinisiasi oleh Arief Catur Pamungkas.

Namun, euforia itu hanya bertahan tujuh menit. Dewa United membalas lewat gol Kafiatur Rizky pada menit ke-30. Titik balik seharusnya terjadi pada menit ke-37 saat tim tamu harus bermain dengan 10 orang menyusul kartu merah yang diterima Nick Kuipers akibat pelanggaran keras terhadap Malik Risaldi.

Sayangnya, meski unggul jumlah pemain selama lebih dari satu babak, Persebaya gagal membongkar pertahanan rapat Tangsel Warriors. Skor 1-1 pun menutup laga, sekaligus mengakhiri catatan impresif empat kemenangan beruntun skuad asuhan Paul Munster.

Menjaga Momentum Menuju Bali

Jefferson Silva tidak memungkiri adanya rasa kecewa karena gagal memaksimalkan momentum keunggulan pemain.

Kendati demikian, dia menegaskan bahwa secara kolektif, Persebaya tetap berada di trek yang benar.

“Kami layak menang hari ini, terutama dengan keunggulan satu pemain. Namun, kami tidak boleh larut. Fokus kami sekarang adalah laga berikutnya (kontra Bali United). Penting untuk terus konsisten menambah poin di klasemen,” tutur Jefferson.

Hasil imbang ini menjadi bahan evaluasi penting bagi jajaran pelatih Persebaya, terutama mengenai efektivitas penyelesaian akhir saat menghadapi lawan yang bermain bertahan total.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button