BerandaOLAHRAGADipermak Borneo FC 1-5, Pelatih Persebaya Bernardo Tavares Ungkap Biang Kerok Kekalahan...

Dipermak Borneo FC 1-5, Pelatih Persebaya Bernardo Tavares Ungkap Biang Kerok Kekalahan Bajol Ijo

SAMARINDA, jakrev.com – Kekalahan telak mewarnai lawatan Persebaya Surabaya ke markas Borneo FC. Skuat berjuluk Bajol Ijo itu harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor mencolok 1-5 dalam laga lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (7/3/2026) malam.

Menyikapi hasil minor tersebut, Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Arsitek asal Portugal itu berjanji akan segera membongkar pasang dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa anak asuhnya.

Dalam sesi jumpa pers usai laga, Tavares terang-terangan menyebut efektivitas penyelesaian akhir sebagai pembeda utama antara kedua tim. Borneo FC dinilai sangat cerdik dan mematikan dalam memanfaatkan setiap celah di lini pertahanan Persebaya.

“Kami sebenarnya memiliki sejumlah peluang emas, namun hanya sanggup mengonversinya menjadi satu gol. Kini, kami wajib melihat kembali rekaman pertandingan dan menganalisis secara detail letak kesalahannya,” terang Tavares, dikutip dari laman resmi klub, Minggu (8/3/2026).

Gagal Meredam Senjata Rahasia Pesut Etam

Tavares memaparkan, secara skema, para pemainnya sudah berupaya maksimal menjalankan instruksi. Agresivitas permainan, duel perebutan bola, hingga upaya menciptakan peluang di lini depan sudah dipraktikkan di atas lapangan hijau.

Ironisnya, beberapa gol yang bersarang ke gawang Persebaya justru lahir dari skema yang sudah diwanti-wanti oleh tim pelatih sejak awal persiapan, yakni tembakan jarak jauh.

“Kami sudah menyoroti hal ini sebelum bertanding. Kami paham betul Borneo punya sederet pemain dengan spesialisasi tembakan keras dari luar kotak penalti. Kami sudah mencoba menutup ruang di area tersebut, tapi di lapangan kami gagal membendungnya,” paparnya.

Risiko Fatal Bermain Terbuka

Meski tertinggal angka cukup jauh, Persebaya menolak untuk bermain bertahan murni atau ‘parkir bus’. Catatan statistik menunjukkan agresivitas Bajol Ijo dengan torehan 13 tembakan, di mana empat di antaranya sukses mengarah tepat ke gawang. Sayangnya, pilihan untuk terus tampil menyerang demi mengejar ketertinggalan justru berbuah petaka.

“Saat posisi tertinggal, opsi kami hanya dua: menyerah pada keadaan atau terus menekan. Kami memutuskan untuk memegang kendali menyerang. Imbasnya, pertahanan kami menjadi lebih terbuka dan Borneo dengan leluasa memanfaatkannya untuk menghukum kami,” jelas Tavares.

Kini, jajaran pelatih memiliki pekerjaan rumah yang menumpuk. Jeda kompetisi Super League selama tiga pekan akan dimaksimalkan untuk menambal kelemahan fatal tersebut. Ujian selanjutnya bagi Persebaya adalah menjamu Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada 4 April mendatang.

BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan tulis nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

[Jakarta Review

JANGAN LEWATKAN