LONDON, jakrev.com – Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique secara terang-terangan mengaku terkejut dengan keunggulan agregat 8-2 yang diraih timnya atas Chelsea.
Kemenangan telak 3-0 pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Stamford Bridge, Rabu (18/3/2026) dini hari WIB, memastikan langkah mulus Les Parisiens ke perempat final sekaligus mempermalukan tuan rumah di hadapan pendukungnya sendiri.
Kejutan Margin Kemenangan
Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, Enrique mengungkapkan kebanggaannya atas performa impresif anak asuhnya.
Sang pelatih asal Spanyol tersebut secara jujur menyatakan tidak menyangka bisa meraih hasil dengan selisih gol sebesar ini melawan The Blues.
“Tentu saja, saya sangat bangga. Anda tidak akan menyangka hasil seperti itu bisa terjadi. Jika kita mengingat pertandingan pertama, selama 80 menit awal pertandingan berjalan sangat ketat. Namun, di 10 menit terakhir, kami berhasil mengatasi dan mendominasi mereka,” ungkap Enrique dikutip dari Sky Sports.
Kunci Taktik Pembungkaman Chelsea
Enrique memaparkan bahwa kunci utama kemenangan dominan di London adalah kemampuan timnya mengendalikan ritme dan beradaptasi dengan momen krusial di lapangan. Kedisiplinan transisi permainan PSG sukses membuat strategi Chelsea tumpul.
“Bagi kami, hari ini kuncinya adalah menjaga berbagai momen permainan. Jika mereka menekan, kami bisa menahan bola dengan tenang dan memanfaatkan ruang kosong lewat serangan balik yang cepat,” terang Enrique.
“Kami melakukan hal itu dan sukses mencetak dua gol. Selalu sulit mencoba mengendalikan pertandingan di fase krusial kompetisi seperti ini,” tambahnya.
Kehancuran Tuan Rumah Sejak Menit Awal
Misi Chelsea untuk membalikkan ketertinggalan 2-5 dari leg pertama di Paris langsung hancur berantakan hanya dalam 14 menit pertama.
Keputusan darurat sang manajer, Liam Rosenior yang terpaksa memainkan Mamadou Sarr di posisi bek kanan langsung dieksploitasi oleh tim tamu.
Eksperimen ini berakibat fatal. Kesalahan Sarr di menit keenam dengan cepat dihukum oleh Khvicha Kvaratskhelia yang mencetak gol pembuka.
Berselang delapan menit, pergerakan eksplosif Achraf Hakimi dari sisi kanan sukses diselesaikan dengan tendangan voli indah oleh Bradley Barcola, yang melesat mulus ke sudut atas gawang.
Eksodus Suporter dan Badai Cedera
Tertinggal lima gol secara agregat membuat mental Chelsea ambruk dan memicu amarah suporter. Sorakan cemoohan terdengar jelas menggema di Stamford Bridge saat peluit turun minum dibunyikan.
Puncak kekecewaan publik tuan rumah terjadi di menit ke-60 ketika Rosenior melakukan pergantian tiga pemain sekaligus. Keputusannya menarik keluar pilar utama seperti Cole Palmer, Joao Pedro, dan Enzo Fernandez justru disambut ejekan keras dari tribun.
Petaka berlanjut dua menit kemudian ketika pemain pengganti PSG, Senny Mayulu, mencetak gol ketiga yang memicu ribuan pendukung Chelsea meninggalkan stadion lebih awal.
Derita Chelsea akhirnya ditutup dengan cederanya bek Trevoh Chalobah di penghujung laga. Karena seluruh jatah pergantian pemain telah habis, The Blues terpaksa menyelesaikan pertandingan hanya dengan 10 orang pemain.
Lewat kemenangan mutlak ini, PSG melenggang ke perempat final untuk menanti pemenang antara Liverpool atau Galatasaray, sekaligus menuntaskan dendam atas kekalahan di final Piala Dunia Antarklub musim lalu.

