STOCKHOLM, jakrev.com – Graham Potter membuktikan bahwa magisnya belum habis. Mantan pelatih Chelsea dan Brighton ini sukses menuntaskan misi mustahil dengan membawa Timnas Swedia mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026.
Keberhasilan ini disambut Potter dengan selera humor khasnya: bersiap mengenakan topi koboi untuk terbang ke Dallas.
Kepastian Swedia melenggang ke putaran final diraih lewat kemenangan dramatis 3-2 atas Polandia di Stockholm, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB.
Bintang Arsenal, Viktor Gyökeres,menjadi pahlawan berkat gol penentunya di menit ke-88, saat Polandia mulai terlihat dominan setelah dua kali menyamakan kedudukan.
Sebelumnya, Swedia melaju ke final playoff setelah menundukkan Ukraina di babak semifinal. Perjalanan ini terbilang luar biasa mengingat kondisi tim yang sempat hancur lebur di fase kualifikasi grup dengan catatan enam kekalahan dari delapan laga.
Misi Penyelamatan yang Berbuah Manis
Potter direkrut Federasi Sepakbola Swedia pada Oktober lalu untuk menggantikan rezim sebelumnya yang terpuruk. Beruntung, Swedia memiliki “nyawa tambahan” di babak playoff berkat status juara grup di ajang Nations League tahun lalu.
“Rasanya luar biasa. Saya akan minum bir dulu, lalu berpikir, ‘Wow, kita berangkat ke Dallas’. Saya harus mulai membersihkan debu di topi koboi saya, bukan?” canda Potter usai laga, merujuk pada lokasi pertandingan Swedia di Amerika Serikat nanti, seperti dikutip ESPN.
Baginya, hasil akhir jauh lebih penting daripada statistik pertandingan. “Kami tidak sempurna, tapi siapa peduli? Kita ke Piala Dunia, baby! Saya bahkan belum bisa menganalisisnya sekarang,” ujarnya.
Kembalinya sang Pahlawan ke “Rumah Kedua”
Karier Potter memang memiliki ikatan batin yang kuat dengan Swedia. Di sinilah perjalanan kepelatihannya dimulai pada 2011 bersama Östersund, klub kecil yang dia bawa dari kasta keempat hingga ke divisi utama Swedia dan berkompetisi di Eropa.
Setelah periode fluktuatif selama enam tahun di Premier League bersama Brighton, Chelsea, dan West Ham, kembali ke Swedia seolah menjadi momen reborn bagi pria asal Inggris tersebut.
Menanti Kekuatan Penuh di Grup F
Di Piala Dunia nanti, Swedia tergabung dalam Grup F yang cukup kompetitif bersama Tunisia, Belanda, dan Jepang. Laga-laga tersebut dijadwalkan akan berlangsung di Dallas, Amerika Serikat.
Potter berharap pada musim panas mendatang, dia bisa memanggil kembali pilar-pilar utamanya yang absen di babak playoff karena cedera, termasuk striker tajam Alexander Isak (Liverpool) dan gelandang kreatif Dejan Kulusevski (Tottenham Hotspur).
Kehadiran keduanya diyakini akan membuat Swedia menjadi kuda hitam yang patut diwaspadai di panggung dunia.
Partisipasi Swedia di Piala Dunia
Penampilan debut: 1934
Kualifikasi: 13 (1934, 1938, 1950, 1958, 1970, 1974, 1978, 1990, 1994, 2002, 2006, 2018, 2026)
Prestasi terbaik: Runners-up (1958)

