CHENGDU, jakrev.com – Kabar membanggakan datang dari arena panjat tebing internasional. Atlet andalan Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi sukses mengamankan medali emas nomor women’s speed dalam ajang World Climbing Asia Championship yang berlangsung di Meishan, Chengdu, China.
Tidak hanya sekadar naik podium tertinggi, Desak Rita juga tampil fenomenal dengan memecahkan rekor Asia sebanyak dua kali dalam kurun waktu hanya 15 menit.
Penampilan impresif ini sekaligus mempertegas dominasi pemanjat tebing Tanah Air di level kontinental.
Dominasi Tanpa Lawan di Final
Pada babak semifinal, Desak Rita sebenarnya sudah mencuri perhatian dengan mencatatkan waktu 6,15 detik yang menjadi rekor baru Asia saat itu. Namun, haus akan prestasi, dia kembali mempertajam catatan waktunya di babak final.
Desak melesat cepat dengan catatan waktu 6,07 detik mengungguli wakil tuan rumah, Zhou Yafei, yang harus puas dengan medali perak setelah finis di angka 6,47 detik.
Rekor baru ini sekaligus mematahkan rekor Asia sebelumnya (6,18 detik) yang dipegang oleh atlet China, Deng Lijuan sejak Olimpiade Paris 2024.
“Saya sangat senang. Tentu saja, target saya selanjutnya adalah memberikan medali emas untuk Indonesia di Asian Games mendatang,” ujar Desak Rita dikutip dari Xinhua pada Sabtu (11/4/2026).
Persaingan Sengit di Sektor Putra
Sementara itu, di nomor men’s speed, persaingan berlangsung sangat ketat. Juara dunia asal Indonesia, Veddriq Leonardo harus puas membawa pulang medali perunggu setelah langkahnya terhenti di semifinal oleh atlet tuan rumah, Chu Shouhong.
Chu Shouhong sendiri akhirnya keluar sebagai juara dan meraih emas setelah memenangkan all-Chinese final melawan rekannya, Zhou Ziyu.
Bagi Chu, kemenangan ini menjadi titik balik penting setelah sempat mengalami performa yang kurang stabil selama latihan musim dingin.
Menuju Asian Games Aichi-Nagoya
Kejuaraan Asia yang berlangsung pada 8-12 April ini memiliki nilai strategis karena menjadi ajang kualifikasi terakhir untuk Asian Games Aichi-Nagoya. Total ada 71 kuota yang diperebutkan dari berbagai nomor, mulai dari boulder, lead, hingga speed.
Selain nomor speed, persaingan di nomor boulder juga mulai memanas. Atlet Korea Selatan, Lee Do-hyun, memimpin di kategori putra, sementara dominasi atlet Jepang terlihat jelas di kategori putri dengan meloloskan enam pemanjatnya ke babak final.
Kemenangan Desak Made Rita ini diharapkan menjadi suntikan motivasi bagi kontingen Indonesia lainnya untuk terus mendulang prestasi di ajang internasional dan mengamankan tiket menuju pesta olahraga terbesar di Asia tersebut.

