MANCHESTER, jakrev.com – Tertinggal tiga gol tanpa balas dari penguasa Eropa, Real Madrid membuat langkah Manchester City di babak 16 besar Liga Champions terasa sangat terjal.
Manajer Manchester City, Pep Guardiola secara terbuka menyadari bahwa timnya membutuhkan penampilan yang nyaris tanpa cela untuk bisa membalikkan keadaan.
Melawan tim raksasa dengan koleksi 15 gelar Liga Champions tentu bukan perkara membalikkan telapak tangan. Ketika ditanya apakah kesempurnaan menjadi syarat mutlak untuk menciptakan comeback sensasional di Etihad Stadium pada Rabu (18/3/2026) dini hari WIB, pelatih asal Spanyol tersebut memberikan jawaban yang lugas.
“Ya, tentu saja. Namun, kami sangat mampu melakukannya,” tegas Guardiola, mencoba meniupkan optimisme bagi skuad The Citizens, seperti dikutip dari Sky Sports, Selasa (17/3/2026).
Meski harus mengejar defisit agregat 0-3 dari leg pertama, Guardiola menolak untuk menyerah sebelum peluit panjang berbunyi. Menariknya, instruksi utama sang juru taktik justru tidak terpaku pada strategi memborbardir pertahanan Los Blancos, melainkan pada kedisiplinan transisi dan pertahanan timnya sendiri.
“Tugas ini sangat masif. Mencetak lebih dari tiga gol ke gawang Real Madrid jelas bukan hal yang mudah. Hasil di leg pertama memang tidak sempurna, tapi kami masih ada di kompetisi ini. Ini adalah pertandingan sepak bola, dan segalanya masih bisa terjadi,” jelasnya.
“Saya tidak terlalu khawatir soal seberapa banyak peluang yang akan kami ciptakan nanti. Bermain di kandang sendiri, kami selalu punya daya ledak untuk itu. Kuncinya saat ini justru ada pada seberapa tangguh kami akan bertahan,” tambah mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munich tersebut.
Demi menjaga fokus dan mematangkan mental pasukannya, Guardiola mengambil langkah taktis dengan meniadakan sesi latihan sehari menjelang laga, dan memusatkan persiapan intensif pada hari Selasa. Menurutnya, aspek psikologis akan sangat menentukan performa di atas lapangan.
“Semuanya sangat berkaitan. Cara bermain di lapangan mencerminkan kondisi mental Anda. Jika Anda merasa nyaman dan tajam secara mental, Anda akan tampil jauh lebih kuat,” urai pelatih berkepala plontos itu.
Bagi manajer sekaliber Guardiola, keberhasilan menyingkirkan Real Madrid dalam kondisi tertinggal tiga gol berpotensi menjadi salah satu catatan paling heroik dalam kariernya. Kendati demikian, ia enggan memikirkan glorifikasi tersebut.
“Saya tidak tahu di mana pencapaian ini akan ditempatkan dalam karier saya. Saya tidak punya bayangan. Anda hanya perlu fokus, mencoba memenangkan pertandingan sejak menit pertama, lalu kita lihat apa yang terjadi di lapangan. Saya tidak menyiapkan rencana yang spesifik, kami hanya akan mencoba dan berjuang,” pungkas Guardiola.


