LIVERPOOL, jakrev.com – Sempat tertinggal secara agregat, Liverpool akhirnya menunjukkan mentalitas Eropa sejati mereka. Skuat asuhan Arne Slot sukses membalikkan keadaan dengan melumat Galatasaray 4-0 pada leg kedua Liga Champions di Anfield, Kamis (19/3/2026) dini hari WIB.
Kemenangan meyakinkan ini membawa The Reds unggul agregat 4-1 dan menyegel tiket perempat final untuk menantang juara bertahan, Paris Saint-Germain (PSG).
Empat gol kemenangan Liverpool masing-masing dicetak oleh Dominik Szoboszlai, Hugo Ekitike, Ryan Gravenberch, dan diakhiri dengan manis oleh sang bintang, Mohamed Salah.
Tampil Trengginas Sejak Menit Awal
Tekanan berat sejatinya ada di pundak manajer Arne Slot setelah kekalahan tipis di Istanbul pada leg pertama. Namun, dukungan penuh publik Anfield yang haus akan kemenangan seolah menjadi bahan bakar utama.
Dominik Szoboszlai membuka keran gol sekaligus mengatur tempo permainan tempo tinggi yang selama ini dirindukan oleh para pendukung setia Liverpool.
Tampil agresif sejak peluit pertama dibunyikan, The Reds mendominasi jalannya laga yang terbilang berat sebelah. Galatasaray bahkan harus kehilangan striker andalan mereka, Victor Osimhen, yang ditarik keluar akibat cedera pada jeda turun minum.
Meski kebobolan empat gol, kiper Galatasaray, Ugurcan Cakir patut mendapat apresiasi. Cakir dipaksa bekerja ekstra keras menghadapi serangan bertubi-tubi tuan rumah.
Alexis Mac Allister dan Salah bahkan nyaris menambah keunggulan andai tembakan mereka tidak membentur mistar gawang.
Penebusan Dosa dan Sejarah Baru Mohamed Salah
Laga ini seolah menjadi panggung pembuktian mentalitas seorang Mohamed Salah. Pemain asal Mesir itu sempat membuang peluang emas setelah eksekusi penaltinya di masa injury time babak pertama berhasil ditepis.
Alih-alih terpuruk, Salah bangkit dan mengamuk di babak kedua. Dia menjadi motor serangan dengan memberikan dua assist krusial untuk gol Hugo Ekitike dan Ryan Gravenberch, sebelum akhirnya mencatatkan namanya sendiri di papan skor.
Gol tersebut bukan sekadar pelengkap kemenangan, melainkan sebuah torehan sejarah. Salah resmi mencetak gol ke-50 di ajang Liga Champions, menjadikannya pemain Afrika pertama yang berhasil mencapai tonggak sejarah tersebut di kompetisi kasta tertinggi Eropa.
“Saya sangat ikut senang untuknya,” puji rekan setimnya, Hugo Ekitike, pascalaga, seperti dikutip Sky Sports.
“Dia adalah seorang legenda. Orang-orang mungkin bilang dia sedang melalui musim yang sulit, tapi bagi kami yang melihatnya setiap hari, dia memiliki mentalitas yang luar biasa. Dia tetap memberikan umpan brilian kepada saya untuk mencetak gol meski sebelumnya membuang peluang,” jelasnya.
Ujian Berat Menanti: PSG
Permainan taktis dan agresif yang ditunjukkan Liverpool kali ini adalah respons sempurna dari tantangan Arne Slot sebelum laga. Dalam catatan program pertandingannya, sang manajer memang menuntut pasukannya untuk memberikan segalanya demi menciptakan kebangkitan.
Meski harus melewati musim domestik yang berliku, kemenangan telak ini memberikan sinyal bahaya bagi lawan-lawan mereka di Eropa. Namun, ujian sesungguhnya sudah menanti di perempat final. Liverpool akan berhadapan dengan raksasa Prancis, PSG, tim yang musim lalu menyingkirkan mereka dari kompetisi ini.
Jika performa trengginas dan aliran bola impresif seperti di Anfield ini bisa dipertahankan, bukan tidak mungkin publik Merseyside akan kembali berpesta di akhir musim.

