BARCELONA, jakrev.com – Kabar buruk menghampiri raksasa Catalan, Barcelona. Ambisi mereka untuk melangkah jauh di kompetisi Eropa harus menemui ganjalan berat setelah penyerang sayap andalannya, Raphinha dipastikan menepi cukup lama akibat cedera saat membela Timnas Brasil.
Kutukan “Virus FIFA” kembali memakan korban di skuat asuhan Hansi Flick. Raphinha mengalami cedera hamstring kanan saat memperkuat Selecao dalam laga persahabatan melawan Prancis, Kamis lalu.
Setelah menjalani pemeriksaan medis intensif, tim dokter Barcelona mengonfirmasi bahwa pemain lincah tersebut harus absen setidaknya selama lima pekan ke depan.
Pukulan Telak di Perempat Final Liga Champions
Kehilangan Raphinha menjadi tamparan keras bagi Blaugrana. Pasalnya, jadwal padat dan krusial sudah menanti di depan mata.
Pemain asal Brasil ini dipastikan absen dalam dua laga babak perempat final Liga Champions melawan Atletico Madrid.
Tidak hanya di level Eropa, tenaga Raphinha juga tidak bisa diandalkan dalam rentetan laga penting di La Liga. Setidaknya ada lima pertandingan liga yang akan dilewatkan sang pemain, termasuk laga kontra Atletico Madrid, Espanyol, hingga Osasuna.
Berikut adalah ringkasan dampak absennya Raphinha:
-
Durasi Absen: Minimal 5 Minggu.
-
Laga yang Dilewatkan: 9 Pertandingan (termasuk Perempat Final Liga Champions).
-
Riwayat Cedera: Ini merupakan kali ketiga Raphinha mengalami masalah pada area hamstring yang sama musim ini.
Target Kembali di El Clasico
Tim medis Barcelona kini berpacu dengan waktu untuk memulihkan kondisi Raphinha. Target realistis yang dicanangkan klub adalah mengupayakan sang pemain kembali bugar saat laga bergengsi El Clasico melawan Real Madrid pada awal Mei mendatang.
Jika proses pemulihan berjalan sesuai rencana, Raphinha hanya akan memiliki sisa empat pertandingan untuk memanaskan mesin sebelum fokus membela negaranya di ajang Piala Dunia 2026.
Kompensasi FIFA Tak Sebanding Kehilangan Teknis
Meski Barcelona berhak mendapatkan kompensasi finansial dari FIFA karena durasi cedera pemain yang melebihi empat minggu, hal tersebut tentu tidak bisa menutupi kerugian teknis di lapangan.
Hansi Flick kini harus memutar otak mencari pengganti sepadan di sektor sayap kiri untuk menjaga peluang juara Barcelona tetap hidup di semua kompetisi.

