LIVERPOOL, jakrev.com – Manajer Tottenham Hotspur, Igor Tudor tak bisa menyembunyikan rasa bangganya terhadap mentalitas skuatnya usai berhasil mencuri satu poin dramatis di markas Liverpool, Minggu (15/3/2026) malam waktu setempat.
Gol telat Richarlison pada menit ke-90 memastikan laga di Anfield berakhir imbang 1-1, sekaligus mengakhiri tren buruk Spurs di bawah asuhan Tudor.
Usai rentetan hasil mengecewakan dan badai cedera yang membekap lebih dari selusin pemain utama, banyak pihak memprediksi Tottenham akan kembali menjadi bulan-bulanan di Anfield. Namun, Tudor membuktikan bahwa skuatnya masih memiliki daya juang tinggi.
“Kami menunjukkan semangat, semangat tim yang sesungguhnya,” ujar Igor Tudor kepada Sky Sports usai pertandingan.
Mantan pelatih Lazio itu mengakui bahwa krisis pemain membuat pekerjaannya jauh dari kata mudah. Dia bahkan harus merombak taktik demi menyesuaikan dengan kondisi skuad yang tersisa.
“Momen ini memang sangat aneh dan menantang. Di situasi seperti ini, sangat sulit untuk mengerjakan struktur serangan yang rumit, sehingga kami harus menyederhanakannya,” jelas pelatih asal Kroasia tersebut.
“Namun, semangat tim ini sungguh luar biasa. Para pemain sangat jujur dalam memberikan segala yang mereka miliki di momen sulit ini. Itulah yang saya tuntut dari mereka, dan kualitas itu terbukti ada. Setiap poin kini sangat krusial, dan kami akan menghadapinya laga demi laga,” tegas Tudor.
Petaka Menit Akhir bagi Liverpool
Dalam laga tersebut, tuan rumah sejatinya berada di atas angin setelah Dominik Szoboszlai mencetak gol melalui tendangan bebas di babak pertama.
Gol tersebut bermula dari kesalahan antisipasi penjaga gawang Spurs, Guglielmo Vicario, yang baru kembali merumput. Lesakan itu sekaligus menjadi gol tendangan bebas keempat Szoboszlai musim ini, sebuah rekor tersendiri bagi The Reds.
Sayangnya, skuat asuhan Arne Slot gagal memanfaatkan momentum untuk membunuh jalannya pertandingan. Barisan pertahanan Liverpool justru lengah di menit-menit krusial.
Kejutan terjadi di penghujung babak kedua. Randal Kolo Muani sukses memenangi duel fisik melawan dua bek tangguh, Andy Robertson dan Virgil van Dijk, sebelum menyodorkan peluang emas.
Richarlison, yang mencatatkan tembakan terbanyak di laga ini, tak menyia-nyiakan kesempatan untuk merobek gawang tuan rumah dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Bagi Tottenham, hasil ini menjadi titik terang dan poin perdana sejak Igor Tudor mengambil alih kursi kepelatihan, menjaga asa mereka untuk menjauh dari zona degradasi jelang laga krusial kontra Nottingham Forest pekan depan.
Sebaliknya, hasil imbang ini menjadi pukulan telak bagi Liverpool. Kegagalan mempertahankan keunggulan di kandang sendiri membuat posisi mereka tertahan di peringkat kelima klasemen, bahkan harus rela meninggalkan lapangan diiringi cemoohan dari publik Anfield.

