LIVERPOOL, jakrev.com – Pengumuman Mohamed Salah yang akan meninggalkan Anfield pada akhir musim 2025/2026 memicu gelombang emosi di ruang ganti Liverpool FC.
Tak hanya para pendukung, rekan-rekan setimnya, baik yang masih aktif maupun mantan penggawa The Reds, serentak memberikan penghormatan tertinggi bagi pemain yang mereka juluki sebagai “The Greatest”.
Bek sayap Andy Robertson menjadi salah satu yang paling vokal mengungkapkan kesedihannya.
Melalui unggahan di media sosial, Robertson menyebut sembilan tahun kebersamaan dengan Salah sebagai momen terbaik dalam hidupnya.
“Menyaksikanmu menjadi yang terbaik dalam bidangmu dan menjadi salah satu pemain terbaik yang pernah mengenakan seragam Liverpool adalah sebuah kegembiraan. Mentalitasmu tidak ada bandingannya,” tulis Robertson dengan nada emosional di akun media sosialnya.
Tak hanya Robertson, sang kapten Virgil van Dijk bersama barisan pemain muda seperti Curtis Jones dan Ryan Gravenberch juga turut memberikan apresiasi serupa. Mereka sepakat bahwa dedikasi Salah di tempat latihan telah menetapkan standar baru bagi klub asal Merseyside tersebut.
Angka-Angka di Luar Nalar sang Raja Mesir
Keputusan Salah untuk meninggalkan Liverpool di puncak karier membawa ingatan publik pada statistik luar biasa yang dia torehkan sejak mendarat dari Roma pada 2017.
Salah bukan sekadar pencetak gol, pemain 33 tahun ini adalah mesin pemecah rekor yang konsisten selama sembilan musim.
Berikut adalah beberapa statistik “gila” yang membuktikan status legenda Salah di Liverpool:
-
Pencetak Gol Terganas: Dengan koleksi 255 gol, Salah kini duduk di posisi ketiga pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub, hanya kalah dari legenda ikonik Ian Rush dan Roger Hunt.
-
Raja Assist Premier League: Tak hanya egois di depan gawang, Salah mencatatkan 92 assist di Premier League untuk Liverpool, menyamai rekor sang kapten legendaris Steven Gerrard.
-
Penguasa Eropa: Salah memegang rekor gol tercepat Liverpool di kompetisi Eropa (55 detik melawan FC Midtjylland) serta mencetak hat-trick tercepat dalam sejarah Liga Champions (6 menit 12 detik melawan Rangers).
-
Penakluk Old Trafford: Salah menjadi pemain tamu pertama dalam sejarah Premier League yang mampu mencetak hat-trick di kandang Manchester United, Old Trafford.
-
Koleksi Sepatu Emas: Dia telah memenangkan 4 gelar Golden Boot Premier League, sebuah rekor yang ia pegang bersama legenda Arsenal, Thierry Henry.
Warisan yang Sulit Digantikan
Sepanjang kariernya di Anfield, Salah telah menyumbangkan 8 trofi mayor, termasuk dua gelar Premier League dan satu trofi Liga Champions yang sangat didambakan.
Loyalitas dan konsistensinya terbukti dengan lima musim (2017/18, 2020/2021, 2021/2022, 2022/2023 dan 2024/2025) di mana dia selalu berhasil menembus bursa 30 gol atau lebih.
Meskipun kepergiannya sudah di depan mata, Salah masih memiliki sisa musim ini untuk menambah pundi-pundi golnya.
Dengan status sebagai satu-satunya pemain yang pernah memenangkan gelar PFA Players’ Player of the Year sebanyak tiga kali, publik Anfield kini hanya punya satu tugas, yakni menikmati setiap menit tersisa Sang Raja Mesir sebelum tirai benar-benar ditutup.

