JAKREV.COM – Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi turut merespons polemik selebrasi skuat Gli Azzurri yang viral di media sosial. Abodi menilai reaksi publik terlalu berlebihan dan meminta semua pihak untuk berhenti mencari celah kesalahan dari para pemain.
Kegaduhan ini bermula saat sejumlah penggawa Timnas Italia tertangkap kamera merayakan kemenangan adu penalti Bosnia-Herzegovina atas Wales dalam semifinal play-off Piala Dunia 2026.
Hasil tersebut memastikan Bosnia akan menjadi lawan Italia di partai final, setelah sebelumnya anak asuh Luciano Spalletti menumbangkan Irlandia Utara 2-0 di Bergamo.
Bukan Bentuk Penghinaan
Selebrasi singkat tersebut sempat memicu kritik pedas dari netizen yang menganggap Italia meremehkan calon lawan mereka. Bahkan, bek sayap Federico Dimarco dikabarkan sampai harus mengirim pesan pribadi kepada mantan rekan setimnya di Inter Milan yang kini menjadi kapten Bosnia, Edin Dzeko untuk mengklarifikasi situasi.
Namun, Andrea Abodi melihatnya dari sudut pandang yang berbeda. Menurutnya, tidak ada unsur provokasi dalam kegembiraan sesaat tersebut.
“Saya tidak melihat adanya antusiasme yang berlebihan. Mereka adalah atlet yang baru saja menyelesaikan pertandingan besar. Saya tidak paham mengapa hal ini diberikan urgensi yang begitu besar,” ujar Abodi sebagaimana dikutip dari Gazzetta.
Fokus ke Final di Zenica
Abodi menegaskan bahwa sepakbola Italia saat ini memiliki tantangan yang jauh lebih kompleks daripada sekadar meributkan potongan video selebrasi. Dia mengimbau publik untuk segera move on dan memberikan dukungan penuh bagi tim nasional.
“Mari kita lanjut ke agenda berikutnya. Kita sudah punya cukup banyak masalah yang objektif dan rumit. Kontroversi ini sama sekali tidak masuk akal,” tegas sang Menteri.
Saat ini, skuat Italia telah kembali ke pusat latihan di Florence untuk mematangkan strategi. Laga hidup mati final play-off Piala Dunia melawan Bosnia-Herzegovina dijadwalkan berlangsung pada Rabu (1/4/2026) dini hari WIB, di Stadion Bilino Polje, Zenica.
Kemenangan menjadi harga mati bagi Gli Azzurri jika ingin mengamankan tiket menuju panggung dunia.


