MADRID, jakrev.com – Wajah sepakbola Spanyol kembali tercoreng oleh aksi intoleransi. Di tengah atmosfer panas babak perempat final Liga Champions antara Real Madrid kontra Bayern Munich, oknum suporter Los Blancos justru kedapatan menyuarakan yel-yel bernada Islamofobia di luar Stadion Santiago Bernabeu.
Aksi memuakkan ini terekam dalam sebuah video yang kini viral di media sosial. Kelompok suporter garis keras tertangkap kamera menyanyikan chant diskriminatif yang berbunyi, “Siapa pun yang tidak melompat adalah seorang Muslim”.
Ironisnya, insiden tersebut terjadi hanya sepekan setelah kejadian serupa muncul pada laga internasional.
Mengulang Dosa Lama di Stadion
Sentimen anti-Islam ini seolah menjadi tren negatif yang terus berulang di tanah Spanyol. Sebelumnya, saat jeda internasional yang mempertemukan Timnas Spanyol melawan Mesir, teriakan yang sama terdengar nyaring di tribun penonton sebanyak tiga kali.
Aksi tersebut langsung memicu kemarahan publik. Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente mengutuk keras perilaku tersebut.
Bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, juga angkat bicara melalui media sosialnya dengan menegaskan bahwa nyanyian tersebut sama sekali tidak bisa ditoleransi dan murni tindakan rasis.
#Spain – Far-right Real Madrid supporters are chanting racist slogans “Whoever doesn’t jump is Muslim” around the stadium ahead of the Bayern Munich match.
Real Madrid have three Muslim players in their squad, and the club’s main sponsor is the United Arab Emirates. pic.twitter.com/8Yv86Qi6ou
— Antifa_Ultras (@ultras_antifaa) April 7, 2026
Ironi di Tengah Kampanye Vinicius Junior
Kejadian di luar Bernabeu ini menciptakan sebuah ironi yang menyakitkan. Pasalnya, hanya berselang 24 jam sebelumnya, bintang Real Madrid Vinicius Junior sempat melontarkan pujian kepada Lamine Yamal atas keberaniannya melawan rasisme.
Selama ini, Vinicius telah menjadi ikon perlawanan terhadap diskriminasi rasial di kompetisi La Liga.
Namun, fakta bahwa pendukung klubnya sendiri masih mempraktikkan perilaku serupa menunjukkan bahwa edukasi suporter di Spanyol masih menyisakan lubang besar.
Jejak Kelam Sayap Kanan di Bernabeu
Catatan merah suporter Real Madrid sebenarnya bukan barang baru. Meski penjagaan kepolisian di area stadion sangat ketat, kelompok sayap kanan radikal di basis pendukung Madrid kerap kali lolos dari pengawasan.
Sebagai catatan, pada tiga tahun lalu, poster anti-semit sempat terpampang di area yang sama. Awal tahun ini, Real Madrid dijatuhi sanksi setelah oknum fan melakukan hormat Nazi saat laga melawan Manchester City. Kemudian, tahun lalu, klub juga didenda akibat perilaku rasis suporter dalam laga tandang kontra Arsenal.
Otoritas sepakbola Spanyol kini dituntut untuk mengambil langkah lebih tegas. Jika sanksi administratif dan denda dianggap belum cukup memberikan efek jera, maka marwah sepakbola Spanyol sebagai kiblat sepak bola dunia terancam runtuh akibat noda rasisme yang tak kunjung hilang.


