MILAN, jakrev.com – Malam yang gemilang bagi publik merah-hitam. AC Milan sukses menunjukkan kelasnya sebagai penguasa kota usai menundukkan Inter Milan dengan skor tipis 1-0 dalam laga krusial Serie A bertajuk Derby della Madonnina, Senin (9/3/2026) dini hari WIB.
Kemenangan ini bukan sekadar soal tiga poin, melainkan pembuktian betapa solidnya tembok pertahanan Rossoneri musim ini. Bek tengah andalan Milan, Fikayo Tomori, menyebut bahwa kedisiplinan di area penalti menjadi kunci utama timnya mampu meredam agresivitas serangan sang rival sekota.
Hasil ini mempertegas dominasi Milan atas Inter belakangan ini. Dari tujuh pertemuan terakhir, Milan berhasil mengantongi lima kemenangan tanpa sekalipun tersentuh kekalahan. Lebih impresif lagi, gawang Milan perawan alias mencatatkan clean sheet dalam dua bentrokan berturut-turut melawan Nerazzurri.
“Menghadapi tim sekelas Inter dalam dua pertandingan tanpa kebobolan sama sekali, jelas itu bukan hal yang mudah,” ungkap Tomori dalam wawancaranya bersama CBS Sports.
Mengejar Puncak Klasemen Tanpa Beban
Berkat kemenangan berharga di partai derby ini, Milan terus menempel ketat Inter di puncak klasemen dengan jarak tujuh poin. Dengan Serie A yang hanya menyisakan 10 pekan, Rossoneri tampaknya menjadi satu-satunya batu sandungan paling serius bagi Inter dalam balapan menuju gelar Scudetto.
Meski begitu, saat ditanya apakah timnya mampu memangkas jarak tujuh poin tersebut, bek asal Inggris ini memilih untuk tidak sesumbar.
“Siapa yang tahu apa yang akan terjadi nanti. Saat ini, fokus kami hanyalah pada performa tim sendiri. Laga malam ini sangat penting, dan kami puas bisa menang lewat permainan apik melawan tim yang luar biasa kuat,” ujar mantan pemain Chelsea tersebut.
“Derby selalu menghadirkan atmosfer yang berbeda dan pertandingan yang rumit. Fokus kami murni untuk menang. Sekarang saatnya memulihkan diri, menikmati malam ini, dan kembali berjuang keras untuk mengakhiri musim ini dengan sebaik mungkin,” tambahnya.
Mengenai euforia perayaan di ruang ganti, Tomori menjawab sambil berkelakar, “Saya tidak tahu pasti. Lebih baik saya diam, saya tidak ingin pelatih mendengar rencana saya!”
Kunci Pertahanan: Kolektivitas dan Taktik
Di laga penuh gengsi dengan tensi tinggi, Tomori mengakui bahwa motivasi pemain sudah berlipat ganda dengan sendirinya. Jajaran pelatih tidak perlu membuang banyak tenaga untuk memompa semangat di ruang ganti.
“Di pertandingan derby, semua pemain sudah paham betapa berharganya laga ini untuk klub dan fans. Kami langsung menekan mereka sejak babak pertama dan sukses menciptakan banyak ancaman. Di fase krusial musim ini, mengamankan tiga poin adalah yang terpenting,” tegasnya.
Bermain di sisi kanan dalam skema tiga bek sejajar, Tomori merasa perannya musim ini lebih maksimal. Dia tidak hanya ditugaskan sebagai palang pintu, tetapi juga memiliki keleluasaan membantu transisi serangan.
Kini, duduk nyaman di peringkat kedua klasemen, Milan berada dalam trek yang tepat untuk menyegel tiket Liga Champions musim depan. Peningkatan performa ini tak lepas dari evaluasi besar-besaran di lini belakang.
“Salah satu target terbesar kami musim ini memang menekan angka kebobolan. Kami bertahan jauh lebih rapat, bukan cuma kuartet bek, tapi seluruh pemain ikut turun tangan. Dua clean sheet melawan Inter adalah buah dari kerja keras staf pelatih dan dedikasi seluruh pemain di sesi latihan,” pungkas Tomori.


