OLAHRAGA

Usahakan Rekonsiliasi, Kemenpora Safari ke Persebaya 1927

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi (kiri) bersama Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S Dewa Broto saat mengumumkan Tim Transisi. (liputan6.com)
Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi (kiri) bersama Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S Dewa Broto saat mengumumkan Tim Transisi. (liputan6.com)

Jakarta, Jakrev.com – Tim Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melakukan safari ke klub Persebaya 1927 sebagai salah satu usaha rekonsiliasi terhadap masalah sepakbola sekarang ini, selain itu juga untuk mencari data dan informasi yang lengkap terhadap klub tersebut.

Setelah diumumkannya tim transisi pada Jumat (8/5) malam oleh Menpora Imam Nahwari, Kemenpora langsung menugaskan Asisten Deputi Organisasi Olahraga, Dody Iswandi dan Kepala Bidang Organisasi Prestasi Internasional, Edy Nurinda untuk melakukan pertemuan dengan Persebaya 1927.

“Dari pertemuan ini, kami mendapatkan banyak masukan dan informasi yang nantinya akan menjadi bekal oleh-oleh yang kami laporkan kepada Menpora,” kata Asisten Deputi Organisasi Olahraga, Dody Iswandi seperti dilansir tim media Kemenpora di Jakarta, Sabtu.

Mengenai hasilnya, kata Doddy, pihaknya akan diskusikan dan telaah lebih dalam lagi kepada Menpora. “Yang penting kita semua datang ke sini memiliki cita-cita yang sama untuk membenahi sepakbola Indonesia ke depan lebih baik lagi,” katanya.

Sementara itu, Direktur Persebaya 1927, Saleh Ismail Mukadar menyatakan senang dengan kedatangan rombongan dari Kemenpora untuk mencari tahu data dan kronologis kondisi perjalanan Persebaya.

Kepada rombongan dari Kemenpora, Saleh menceritakan bagaimana sejarah perjalanan Persebaya mulai dari Ligina X (2004) yang ketika itu berhasil menjadi juara hingga kondisi yang terjadi sekarang.

“Sebenarnya tidak ada dualisme di Persebaya, tim Persebaya itu hanya satu yang lahir tahun 1927. Bahkan pada tahun 2012, Persebaya sekarang ini masih diakui oleh PSSI. Entah karena apa tiba-tiba Persebaya sekarang ini diambil alih dan muncul nama Persebaya yang lainnya,” kata Saleh.

Dia berharap dari hasil pertemuan tersebut bisa menghasilkan sesuatu yang terbaik untuk sepakbola Indonesia. “Kita tidak usah sekarang melihat klub, sekarang kita harus melihat semua untuk kebaikan sepakbola Indonesia,” harapnya.

Sebelumnya, pada Jumat malam (8/5), Menpora Imam Nahrawi telah mengumumkan personel tim transisi yang akan mengambilalih hak dan kewenangan PSSI setelah dibekukan sejak 17 April lalu. nugroho/ant

Tags

Artikel Terkait

Close