BerandaREHATLIFESTYLE & HIBURANBukan Karena Musiknya, Ini Penyebab Mantan Gitaris Cannibal Corpse Tak Suka Produksi...

Bukan Karena Musiknya, Ini Penyebab Mantan Gitaris Cannibal Corpse Tak Suka Produksi Butchered At Birth

JAKREV.COM – Bagi para penggemar death metal, album Butchered At Birth (1991) milik Cannibal Corpse adalah sebuah mahakarya yang meletakkan standar baru bagi musik ekstrem.

Namun, bagi sang gitaris asli, Jack Owen, album tersebut justru menyisakan kegelisahan tersendiri hingga dia mengaku ingin merekamnya ulang jika memiliki kesempatan.

Dalam wawancara terbaru bersama media Spanyol, Made In Metal, pria yang kini memperkuat Six Feet Under ini mengungkapkan bahwa dari empat album awal Cannibal Corpse, Butchered At Birth berada di urutan terbawah dalam daftar pribadinya.

Terjebak Ambisi dan Tekanan Teknis

Alasan utama Owen bukan karena kualitas musiknya secara keseluruhan, melainkan proses produksi dan tekanan mental saat penggarapannya.

Setelah merilis debut Eaten Back to Life, band asal Buffalo ini merasa perlu membuktikan diri dengan komposisi yang lebih rumit dan berat.

“Produksinya bisa jauh lebih baik, dan proses penulisannya terasa sedikit lebih menegangkan,” ungkap Owen.

“Kami mencoba menutupi kesan ‘sederhana’ di album pertama, sehingga kami menulis lagu secara berlebihan (overwrote). Sampai hari ini, itu satu-satunya album yang sulit saya dengarkan,” jelas dia.

Dapur Kreatif yang Intens di Buffalo

Padahal, sejarah mencatat bahwa masa itu adalah periode paling produktif bagi band. Mereka berlatih lima hari seminggu dengan durasi empat jam per sesi.

Vokalis Chris Barnes kala itu menyebut mereka mampu menghasilkan satu lagu baru setiap dua minggu.

Semangat kompetitif untuk menjadi “band paling brutal” di kancah yang sedang meledak di Tampa, Florida, memacu mereka bekerja cepat.

Album ini akhirnya direkam hanya dalam waktu dua minggu bersama produser legendaris Scott Burns. Meski dipuji banyak orang, bagi Owen, hasil akhirnya tetap terasa kurang maksimal secara kualitas audio.

Sinergi Tanpa Ego di Six Feet Under

Selain bernostalgia tentang masa lalunya di Cannibal Corpse, Owen juga berbagi cerita tentang hubungan profesionalnya yang awet dengan Chris Barnes di Six Feet Under. Menurutnya, kerja sama mereka kini jauh lebih santai dan didasari kepercayaan penuh.

“Sangat sederhana. Saya menulis lagu, membuat demonya, dan mengirimkannya kepada Chris. Biasanya dia langsung setuju, atau jika tidak, saya tinggal lanjut ke lagu berikutnya,” ujar Owen.

Hubungan yang sudah dianggap seperti saudara ini memudahkan proses kreatif untuk album terbaru Six Feet Under mendatang, Next To Die. Owen bahkan membocorkan bahwa ada banyak stok lagu sisa yang mungkin akan mereka poles kembali untuk proyek masa depan.

BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan tulis nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

JANGAN LEWATKAN