BerandaREHATKomitmen Penuh PT SSJ dan Apical Group Pasca Insiden Kecelakaan Kerja di...

Komitmen Penuh PT SSJ dan Apical Group Pasca Insiden Kecelakaan Kerja di Dumai

DUMAI, jakrev.com — Sebuah insiden kecelakaan kerja yang menimpa seorang pengawas bongkar muat di kawasan Apical Group, Lubuk Gaung, Dumai, pada 9 Agustus 2025, kini menemui titik terang. Kasus ini melibatkan PT Stevedoring Sejahtera Jaya (SSJ) sebagai perusahaan tempat korban bekerja dan Apical Group sebagai pemilik area.

Berbeda dengan kasus-kasus serupa yang sering berujung pada tuntutan hukum, kedua belah pihak justru menunjukkan kerja sama dan komitmen yang patut diapresiasi, menjadikan insiden ini sebagai studi kasus tentang penanganan musibah yang humanis dan bertanggung jawab.

Kronologi Kecelakaan dan Tanggung Jawab Komprehensif

Kecelakaan tragis ini menimpa Muhammad Pairus Sami (MPS), seorang pengawas bongkar muat PT SSJ. Menurut Kepala Operasional PT SSJ, Safril Zahendra, korban mengalami cedera parah pada kaki kirinya akibat terlindas STS crane. Kejadian nahas ini terjadi saat korban berada di area kerja, tepat di jalur pergerakan crane yang sedang melakukan pembongkaran kontainer di jetty SAP.

“Peristiwanya pada 9 Agustus 2025, dan korbannya pengawas bongkar muat PT SSJ. Dia mengalami kecelakaan karena beristirahat di lokasi kerja. Kaki kirinya menderita cedera parah akibat terlindas STS crane yang sedang bergerak ke samping,” jelas Safril dalam keterangan tertulisnya.

Menanggapi insiden tersebut, PT SSJ bersama dengan Apical Group (PT SDO) langsung mengambil tindakan cepat. Korban segera mendapat penanganan P3K (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan) oleh tim HSE (Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan) dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat dengan ambulans milik Apical Group.

Safril menegaskan bahwa keselamatan pekerja adalah prioritas utama. “Kami sudah melakukan penanganan komprehensif atas kecelakaan kerja, termasuk pengobatan, perawatan, dan rehabilitasi hingga korban pulih kembali,” ungkapnya.

Kerja sama antara PT SSJ dan Apical Group menjadi poin penting dalam penanganan ini. Keduanya bahu-membahu memberikan bantuan yang dibutuhkan korban, mulai dari perawatan intensif di Rumah Sakit Awal Bros Dumai hingga koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja. Bantuan ini tidak hanya sebatas materi, tetapi juga dukungan moral dan emosional.

Apresiasi Korban dan Komitmen Perusahaan

Pairus, korban kecelakaan, mengakui bahwa kejadian ini adalah sebuah musibah. “Saya sudah mempersiapkan diri dengan mengikuti prosedur keselamatan dalam bekerja. Namun namanya musibah, tetap saya tidak bisa menghindarinya,” tutur Pairus.

Korban kecelakaan kerja di Apical Group Dumai, Muhammad Pairus Sami. (Foto: dok. SSJ)

Yang menyentuh, Pairus tidak menuntut lebih lanjut dan justru memberikan apresiasi tinggi kepada kedua perusahaan. “Sejak dirawat selama seminggu di rumah sakit hingga sekarang, baik PT SSJ maupun Apical Group terus memberikan dukungan dan perhatian,” kata dia.

Pairus juga memastikan bahwa dirinya masih terdaftar sebagai pekerja di PT SSJ, dan seluruh biaya pengobatan ditanggung BPJS Ketenagakerjaan yang telah didaftarkan perusahaan. Hubungan yang harmonis ini juga ditandai dengan kesepakatan damai antara kedua belah pihak untuk tidak saling menuntut di kemudian hari.

Komitmen untuk Keselamatan dan Kesadaran

Berkaca dari insiden ini, PT SSJ menyatakan komitmennya untuk meningkatkan standar keselamatan kerja. Safril mengungkapkan bahwa seluruh prosedur keselamatan sudah diterapkan, mulai dari pemeriksaan alat, tool box meeting, hingga pemasangan rambu-rambu. Namun, insiden ini menjadi pengingat bahwa kesadaran pekerja juga memegang peranan krusial.

“PT SSJ senantiasa berupaya menjaga standar keselamatan kerja serta melakukan langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,” terang Safril.

Kejadian ini tidak hanya menjadi pelajaran bagi PT SSJ, tetapi juga bagi seluruh industri tentang pentingnya tidak hanya menyediakan prosedur keselamatan yang ketat, tetapi juga menumbuhkan budaya keselamatan yang kuat di kalangan pekerja.

Kisah Muhammad Pairus Sami menjadi bukti nyata bahwa di balik musibah, ada cerita tentang tanggung jawab, empati, dan komitmen yang dapat membawa penyelesaian damai dan konstruktif.

BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan tulis nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

JANGAN LEWATKAN