LIFESTYLE

103 Ekor Kucing Ramaikan Event  International Cat Show yang digelar oleh Anabul.com 

Ketiga orang founder Anabul.com yang sukses menggelar   Feline Fanciers’ Federation International Cat Show di ICE BSD, 28/8/22. (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Anabul.com sebuah portal komunitas pecinta kucing berkolaborasi dengan Asosiasi pertama kucing Pedigree di Asia Feline Fanciers’ Federation International menggelar  Feline Fanciers’ Federation International Cat Show di ICE BSD, 28/8/22.

Acara yang baru pertama kali digelar oleh Feline Fanciers’ Federation International di Indonesia tersebut, terselenggara dalam tajuk International Indonesian Pet Expo (IIPE) dan diikuti oleh 103 peserta dari Jawa Bali.

“Kami merasa surprise peserta mencapai 103 ekor kucing, karena awalnya kami memperkirakan peserta hanya mencapai 100 ekor kucing. Mungkin antusiasme para penggemar kucing sedang tinggi-tingginya, apalagi saat pandemi 2 tahun lalu, event seperti ini jarang sekali digelar” ujar Riri Muhdiyati Founder Anabul.com dalam keterangan resminya, Selasa (30/8).

Riri menambahkan lomba yang berkolaborasi dengan Feline Fanciers’ Federation International ini rutin digelar di beberapa negara Asia, hanya saja di Indonesia baru digelar pertama kali ini. Adapun juri berasal dari Malaysia, Hongkong Indonesia. Keempat juri lomba antara lain Danny Tai (Hongkong), Ikhsan Maulana (Indonesia), John Chin (Malaysia), dan Donny Chong (Malaysia)” ungkap Riri yang bersama tiga rekannya membidani lahirnya one stop shop khusus cat lovers yang diberi nama Anabul Pet Center di kawasan Jalan Kartini, Depok.

Menariknya, lomba tak hanya diikuti oleh kucing ras, tetapi juga kucing domestik. Dari 103 ekor kucing, 20 diantaranya adalah kucing domestik  yang dalam lomba kali ini masuk dalam kategori House Hold Pet kategori domestik.

“Semua jenis kucing bisa berpartipasi dalam acara ini, asal kucing tersebut dalam kondisi sehat, tidak sakit, hamil, bebas dari infeksi jamur dan kutu” jelasnya.

Namun demikian, walaupun lombanya digelar oleh Feline Fanciers’ Federation International, kucing yang bersertifikat dari asosiasi lain boleh ikut serta. Selain itu lomba ini juga bisa dipakai sebagai ajang edukasi, sehingga peserta akan melihat kucing-kucing yang menang, karakternya seperti apa sehingga mereka bisa belajar.

Keempat juri lomba antara lain Danny Tai (Hongkong), Ikhsan Maulana (Indonesia), John Chin (Malaysia), dan Donny Chong (Malaysia). (dok: Istimewa)

Lomba yang digelar oleh Feline Fanciers’ Federation International diakui oleh Novita S Sumarno dari Grooming Specialty yang sehari-hari terbiasa melakukan perawatan kucing. Tak tanggung-tanggung pemilik 15 ekor kucing ini mengikutsertakan 7 ekor kucing dalam event kali ini.

Menurutnya kontes kucing di Indonesia sangat berkembang dalam 10 tahun terakhir. Ini, seiring dengan penggemar kucing yang semakin banyak.

“Dulu kontes kucing masih sedikit. Namun sekarang bisa dikatakan 2 minggu sekali ada show tentang kucing. Saya pribadi memelihara 15 ekor kucing dirumah, tapi dalam event ini, saya membawa 7 ekor kucing, salah satunya milik Nagita Slavina isteri dari Selebriti Raffi Ahmad” cetusnya.

Menurutnya, salah satu motivasi ikut lomba adalah karena ingin tahu kondisi kucing yang selama ini dirawat. Selain itu juga ingin tahu kriteria penilaian dari Feline Fanciers’ Federation International.

“Saya termasuk yang sering ikut lomba, salah satunya larena saya ingin tahu kriteria penilaiannya, karena setiap asosiasi berbeda” kata agent show kucing ini.

Kualitas Kucing di Indonesia Semakin Baik

Salah satu kucing peserta loma. (dok: Istimewa)

Danny Tai, seorang juri dari Feline Fanciers’ Federation International yang berasal dari Hongkong mengatakan kualitas kucing di Asia yang memiliki silsilah yang baik (ber-pedigree) pada umumnya dan Indonesia pada khususnya semakin lama semakin baik. Karena itu Feline Fanciers’ Federation International sebagai asosiasi pertama kucing Pedigree di Asia menggelar lomba di Indonesia.

“Kualitas dan antusiasme penggemar kucing di Indonesia juga semakin baik, karena itu kami merasa perlu untuk mempertahankan kualitas kucing-kucing ber-pedigree di Indonesia. Untuk itulah kami menggelar lomba di Indonesia” ujar Danny.

Menurutnya lomba sudah direncanakan digelar dua tahun lalu, tetapi karena terhalang pandemi, lomba ditunda dan baru diadakan tahun ini. Sebelumnya pernah ada show sejenis di Malang dan Surabaya.

“Akhir tahun ini lomba sejenis akan diadakan lagi, sedangkan tahun depan akan ada 4-5 show lagi” jelas Danny.

Danny menambahkan, asosiasi merasa perlu untuk mengedukasi perkembangan dan kualitas kucing-kucing pedigree di Indonesia, karena itu sebagai asosiasi kucing pedigree pertama di Asia, kami ingin memperkenalkan kepada dunia bahwa kualitas kucing di Asia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya semakin baik.

“Kedepan kami akan memperkenalkan tentang kualitas kucing di Asia kepada negara-negara di Eropa dan Amerika” cetusnya.

Sekedar informsai Feline Fanciers’ Federation International saat ini beranggotakan beberapa negara. Adapun negara yang terbangung dalam asosiasi, antara lain Malaysia, Indonesia, Thailand, Taiwan, Cina, Hongkong, Jepang, Rusia dan Vietnam.

Related Articles

Back to top button