BerandaREHATSEREMONIAda Misi Persiapan dalam Partisipasi BI Jakarta di ISEF ke-5 di Surabaya

Ada Misi Persiapan dalam Partisipasi BI Jakarta di ISEF ke-5 di Surabaya

Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo memberikan piagam kepada Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi di acara Penandatangan Kerjasama Pembiayaan di acara ISEF 2018, Kamis 13 Desember 2018 di Surabaya. (win/jakrev)

Jakarta Review, Surabaya – Pelakasnaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) tahun 2019 kalau tidak ada aral melintang akan diselenggarakan di Jakarta. Terkait persiapan penyelenggaraan ISEF ke-6 tersebut, Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia DKI Jakarta mulai bersiap dari sekarang.

Tak heran dalam pelaksanaan ISEF ke-5 di Surabaya yang baru saja selesai, KpW BI Jakarta membawa rombongan dalam jumlah yang besar. Rombongan tersebut antara lain Biro Perekonomian, Bappeda, TGUPP, dan BUMD seperti PT Food Station Tjipinang Jaya dan Bank DKI, MES (Masyarakat Ekonomi Syariah), MUI, Pesantren Minhaajurrosyidin, jurnalis, GENBI UNJ dan UPN Veteran Jakarta.

“Tahun ini agak banyak kita hadirkan disini. Ada 13-20-an orang. Ini kami lakukan  supaya mereka semua bisa melihat langsung bagaimana penyelenggaraan ISEF, sehingga tahun depan sudah punya bayangan jika Jakarta menjadi tuan rumah,” ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Jakarta Trisno Nugroho

Tak hanya itu di acara ISEF kali ini, KpW BI DKI Jakarta juga terlibat aktif dalam pelaksanaan kegiatan business matching yang terdiri dari penandatanganan kontrak dan pembiayaan, business coaching, atau sharing model bisnis kerjasama kepada para peserta undangan, dan klinik business matching yaitu one on one meeting dengan potensial sellers.

“Untuk business matching, kami membawa dua BUMD DKI yakni PT Food Station Tjipinang Jaya dan Bank DKI,” tutur Trisno.

Dalam kegiatan business matching tersebut lanjut Trisno PT Food Station Tjipinang Jaya menandatangani perjanjian kerjasama pengadaan pasokan senilai Rp33 miliar dengan UD Sahabat Tani Sidoarjo dan Gapoktan Sumber Makmur Cilacap. Sementara Bank DKI yang menggelar penandatangan kerjasama pembiayaan sebesar Rp20 miliar dengan Koperasi Karya Usaha Mandiri Syariah Bogor dan Koperasi Simpan Pinjam Syariah BMT UGT Sidogiri.

Trisno menambahkan kerjasama pengadaan pasokan yang dilakukan ini adalah sebagai tindak lanjut dari arahan Gubernur DKI Anies Baswedan untuk semakin mengaktifkan perdagangan antar daerah.

Yang menarik dalam acara ISEF ini juga ada presentasi dari 2 perusahaan fintech berbasis syariah yakni amanah dan zahir dan keterlibatan pesentren.

Menurut Trisno keduanya baik fintech dan pesantren bisa kita kembangkan untuk pengembangan ekosistem syariah di Jakarta.

“Jangan lupa pesantren menjadi backbone ekonomi jika mereka bisa hidup sendiri dan komunikasi antar mereka. Misalnya produk pesantren yang satu bisa crossing dengan produk dari pesentren lain,” tandasnya.

Showcase Desa Binaan dan IKRA

Selain menggelar kegiatan business matching KpW BI DKI Jakarta juga mengikutsertaan Lembaga Amil Zakat Al-Azhar untuk ikut serta dalam ISEF di Surabaya ini. Dengan keikutsertaan LAZ Al-Azhar ini, KpW BI Jakarta ingin LAZ Al-Azhar bisa mengenalkan showcase proyek unggulan mereka yang diberi nama Desa Binaan. Showcase ini bertujuan untuk menunjukkan keberhasilan model bisnis implementasi optimalisasi dana sosial islam (ziswaf) dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pengentasan kemiskinan.

“Tahun depan, kami (KpW BI Jakarta) akan bekerjasama dengan LAZ Al-Azhar untuk mengembangkan proyek serupa yang diberi nama proyek Desa Berdikari di wilayah Kepulauan Seribu. Harapannya kegiatan tersebut bisa membantu upaya pengentasan kemiskinan di Kepulauan Seribu,” jelas Trisno.

Trisno menambahkan Kepulauan Seribu dipilih karena hingga kini tingkat kemiskinan disana masih tinggi sekali dibandingkan dengan wilayah lainnya di Jakarta.

Seiring dengan pelaksanaan Program Desa Berdikari, di Kepulauan Seribu juga KpW BI Jaarta juga akan mencoba mengembangkan pengelolaan sampah yang lebih baik dengan melibatkan komunitas dan gerakan masyarakat setempat. Kebetulan di acara ISEF kemarin ada pesantren dari Banten dan Parung yang berhasil mengembangkan pengelolaan sampahnya menjadi energy listrik yang menghasilkan.

“Jadi pengelolaan sampah berbasis komunitas ini yang akan coba kita kembangkan di Kepulauan Seribu,” ujar Trisno.

Selain Showcase Desa Binaan, KpW BI DKI Jakarta juga menampilkan Showcase IKRA yang merupakan wadah usaha dengan prinsip syariah berskala mikro, kecil dan menengah untuk mengembangkan produknya agar bisa bersaing secara global. Program ini adalah kerjasama BI dengan Yayasan Vivi Zubaedi yang meliputi pengembangan branding dan perluasa pasar lokal dan ekspor. Pada kesempatan ISEF kali ini KpW BI Jakarta menampilkan 8 UMKM.

Adapun kedelapan UMKM tersebut adalah keajinan tas dan dompet Indhie, Rumah Kebaya Milla House, Arrum Boutique, Sporte, Diya Boutique, Maness Ethnic, Soulmate Bedsheet, Riza Fashion, dan 6 UMKM Kuliner (Kopi Kedai 157, Sambal Chillibags, Sambal Hellyeah, Dapur Bigana, Kolang Kaling Griya dan Somay 49 Nusantara Bahari). (win)

BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan tulis nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

JANGAN LEWATKAN