REHATSEREMONI

BPJAMSOSTEK Inisiasi Sosialisasi Inpres Nomor 2 Tahun 2021

Jakarta, Jakrev.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJAMSOSTEK) Jakarta Kelapa Gading bersama Kementerian Perhubungan Cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok bersama Kantor Kesyahbandaran Utama PelabuhanTanjung Priok menggelar Sosialisasi Inpres Nomor 2 Tahun 2021 Optimalisasi Pelaksanaan Program Jamsostek di Pelabuhan Tanjung Priok dilaksanakan di Hotel Grand Mercure Jakarta, Rabu (1/9/2021).

Kegiatan sosialisasi Inpres No.2 Tahun 2021 ini diinisiasi BPJAMSOSTEK Jakarta Kelapa Gading melalui Surat Nomor : B/25163/082021 Tanggal 26 Agustus 2021 tentang Dukungan Implementasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok dan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2021 tanggal 23 Maret 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Sosialisasi ini melibatkan PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero), PT. Pelindo II (Persero) Cabang Tanjung Priok, Jakarta International Container Terminal, PT. New Priok Container Terminal One (NPCT1), PT. TPK Koja, PT. Indonesia Kendaraan Terminal, PT. Mustika Alam Lestari, PT. Pelabuhan Tanjung Priok, PT. IPC Terminal Petikemas, PT. Graha Segara, PT. Multi Terminal Indonesia, DPC INSA JAaya, DPW APBMI Jakarta, DPW ALFI/ILFA Jakarta, DPP APTRINDO, DPD Organda DKI Jakarta, Asosiasi Klub Logindo, ISSA Jakarta, Koperasi KS TKBM Pelabuhan Tanjung Priok, Koperasi TKBM Kalibaru.

Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Kelapa Gading, Erfan Kurniawan, mengatakan sosialisasi ini dimaksudkan untuk memberikan edukasi kepada para pelaku usaha dan pekerja di pelabuhan Tanjung Priok tentang pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sebagaimana yang di amanah kan oleh Undang Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistim Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Undang Undang Nomor 24 Tahun 2011 Tentang BPJS.

“Pemberi Kerja/Badan usaha wajib memberikan perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Pekerjanya agar terhindar dari resiko sosial yang terjadi pada saat mereka melakukan aktivitas pekerjaannya,” ujar Erfan.

Erfan juga menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh pihak Kantor Kesyahbandaran Utama Pelabuhan Tanjung Priok dan Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi tersebut. Dengan harapan kedepan seluruh pekerja di pelabuhan bisa bekerja dengan tenang, aman dan produktif karena telah terlindungi dalam program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

“Apa yang dilakukan hari ini adalah sebagai wujud kehadiran negara dalam memberikan kepastian perlindungan bagi para pekerja Indonesia khususnya para Pekerja yang beraktivitas di Pelabuhan Tanjung Priok,” pungkas Erfan

Sementara itu, Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Wisnu Handoko dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini merupakan langkah pemerintah dalam mengatur perlindungan terhadap pekerja dengan pemenuhan instrumen. Dalam Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) untuk menciptakan tempat kerja yang aman, selamat, dan nyaman bagi pekerja. Dikatakannya, bahwa para pekerja di pelabuhan memiliki tingkat risiko kerja yang tinggi dalam pengoperasian seluruh fasilitas dan alat bongkar muat di pelabuhan. Karena para pekerja merupakan asset yang harus dilindungi.

“Oleh karenanya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) penting untuk menjadi perhatian bagi kita semua, khususnya para pemangku kepentingan di Pelabuhan Tanjung Priok baik swasta maupun pemerintah,” ungkap Wisnu.

Ia menyebutkan pekerja adalah asset yang harus diperhatikan dan dilindungi keberadaannya, dimanusiakan dalam pekerjaannya, diperhatikan dalam peningkatan keterampilan sumber daya manusianya, diperhatikan hak dan kewajibannya.

Wisnu menekankan keikutsertaan dalam program BPJAMSOSTEK ini menjadi salah satu kewajiban pemenuhan persyaratan dalam penerbitan registrasi Pemberitahuan Melakukan Kegiatan Usaha (PMKU), pertukaran data system monitoring (SIMON TKBM) dengan BPJAMSOSTEK bagi peserta yang belum dan sudah memiliki jaminan sosial ketenagakerjaan. Selain itu keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dibutuhkan pula Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Jaminan Kesehatan, Jaminan Hari Tua. Untuk melindungi pekerja dari risiko pekerjaannya, dari usia produktifnya dalam bekerja. Contohnya saat para pekerja memasuki masa pensiun, dan usia tidak produktif lagi, harus memiliki jaminan sosial hari tua sebagai sumber pendapatan di masa usia pensiun.

Kedepan, pihaknya nanti akan memberikan surat peringatan bagi seluruh unit usaha di wilayah kerja Pelabuhan Tanjung Priok yang belum memiliki jaminan sosial ketenagakerjaan untuk karyawan dan para pekerja.

Sementara itu, Kepala Kantor Syahbandar Utama Pelabuhan Tanjung Priok Andi Hartono menyampaikan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan tersibuk di Indonesia, para pekerja pelabuhan harus mendapatkan perhatian atau perlindungan dari BPJAMSOSTEK.

Acara sosialisasi tersebut diakhiri dengan penandatanganan Deklarasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Pelabuhan Tanjung Priok. Deklarasi ini ditandatangani oleh Instansi Pemerintah, stakeholders, dan pihak-pihak terkait yang hadir.

Related Articles

Back to top button