SEREMONI

Danone-Aqua Dukung Pemberdayaan Perempuan lewat Aqua Home Service

webinar inspiratif bertemakan “Pemberdayaan Perempuan Melalui Usaha Mikro Dalam Mendukung Ekonomi Keluarga” . (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Hari ini, Danone-AQUA menggelar webinar inspiratif bertemakan “Pemberdayaan Perempuan Melalui Usaha Mikro Dalam Mendukung Ekonomi Keluarga” untuk mendorong peran perempuan dalam memperkuat perekonomian melalui UMKM. Acara ini bertujuan membekali ibu rumah tangga dengan pengetahuan berbisnis agar mereka dapat ikut membantu ekonomi keluarga di masa pandemi yang penuh tantangan seperti saat ini.

“Partisipasi perempuan dalam ekonomi dapat memacu produktivitas dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan,” kata Indra Gunawan, Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) yang hadir secara virtual pada webinar tersebut.

“Oleh karena itu, Kemen PPPA terus mendukung partisipasi perempuan dalam sektor ekonomi melalui berbagai cara. Salah satunya dengan membuka jalan agar lebih banyak perempuan pelaku UMKM dan biasanya pelaku usaha mikro pada umumnya adalah perempuan”

Pengetahuan berbisnis yang diperlukan perempuan agar dapat memulai usaha mikronya sendiri antara lain adalah pengelolaan keuangan, pelayanan konsumen, dan pemasaran. Semuanya dapat ditemui pada program AQUA Home Service (AHS) yang diinisiasi oleh Danone-AQUA sejak 2008.

Sejalan dengan agenda KPPPA untuk melibatkan lebih banyak lagi perempuan di sektor ekonomi, program AHS memberdayakan perempuan dengan mengadakan kelas, sesi berbagi, dan pelatihan. Harapannya, mereka dapat langsung berpraktik sebagai Duta Kebaikan bagi lingkungan dan keluarganya sekaligus mengambil peran sebagai distributor mikro produk AQUA yang dapat membantu perekonomian keluarga.

“Program AHS adalah wujud komitmen Danone-AQUA untuk senantiasa menyajikan kebaikan alam dan kebaikan hidup kepada lebih banyak keluarga Indonesia,” kata Ratih Retno, Emerging Channel Director Danone-AQUA saat menjadi pembicara di webinar. “Semoga dengan sesi inspiratif ini, di mana kita dapat berbagi cerita usaha masing-masing, akan ada lebih banyak perempuan yang terinspirasi untuk lebih berdaya dan memperkuat ekonomi keluarga.”

Salah satu Ibu AHS yang berbagi cerita pada webinar tersebut adalah Nani Heryani, pemilik bisnis “AHS Widya” yang berdiri sejak 2010 di Jakarta.

“Suami saya memang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil, tapi saya menyadari bahwa dia tidak bisa bekerja selamanya,” ucap Nani ketika ditanya alasannya memulai bisnis sendiri. “Saya ingin mempersiapkan hari tua sedini mungkin dengan AHS.

Agar nanti saya dan keluarga tidak hanya mengandalkan uang pensiunan suami. Saya ingin membantu meringankan beban suami. Alhamdulillah, saya bertemu program AHS. Dengan pembekalan dari AQUA serta dukungan sesama Ibu-Ibu AHS, saya lebih paham cara mengelola bisnis. Sekarang saya ada 3 karyawan yang membantu untuk menangani 4.000 order setiap bulannya. Saya juga turut aktif membantu Ibu-Ibu AHS baru jika mereka ada pertanyaan tentang bisnis mereka sendiri.”

Figur Publik Tasya Kamila yang hadir pada webinar tersebut turut berbagi sudut pandangnya tentang perempuan dan bisnis.

“Kisah perjuangan seperti Ibu Nani ini selalu membuat saya terinspirasi untuk terus optimis dan berusaha keras,” kata Tasya. “Saya percaya bahwa sebagai perempuan, kita memiliki andil penting dalam mendorong kemajuan ekonomi keluarga. Dengan berbisnis, kita dapat membuktikan kemampuan dalam menghadapi tantangan yang ada dan juga dapat menebar kebaikan di masyarakat melalui bisnis kita. Saya rasa Ibu-Ibu AHS beruntung memiliki komunitas yang solider, sehingga dapat saling mendukung dikala waktu sulit.”

Saat ini, AHS memiliki lebih dari 8.000 anggota yang mayoritasnya adalah ibu rumah tangga dari berbagai provinsi di Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Bali. KPPPA dan Danone-AQUA berharap program AHS terus berkembang ke lebih banyak wilayah di Indonesia agar lebih banyak perempuan dapat menjalankan usaha mikro dan memperkuat ekonomi keluarga. (win)

Tags
Close