SEREMONI

HappyOne.id, Cara Baru Berasuransi ala Asuransi Astra

Acara peluncuran Kanal HappyOne.id, all in one insurance oleh Asuransi Astra di Jakarta (17/10). (Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta -Tren perubahan berasuransi di masyarakat mendorong Asuransi Astra senantiasa mengembangkan cara pemasaran yang inovatif. Guna meningkatkan layanan kepada pelanggan, Asuransi Astra merilis HappyOne.id, all in one insurance, serangkaian produk asuransi yang bisa dimiliki masyarakat secara langsung, dan hanya membutuhkan one id atau satu identitas. Peluncuran produk baru Asuransi Astra tersebut dilakukan CEO Asuransi Astra Rudy Chen bersama Direktur Astra International Suparno Djasmin di Jakarta (17/10)

Disampaikan CEO Asuransi Astra Rudy Chen, literasi dan inklusi asuransi di Indonesia masih rendah bila dibandingkan dengan keuangan secara umum. Mengutip survei OJK tahun 2016, literasi keuangan tercatat 29,7% sementara literasi asuransi baru 15,8%. Adapun masyarakat yang sudah menggunakan (inklusi) keuangan sebanyak 67,8% dan inklusi asuransi baru 12,08%.

Rudy menilai customer asuransi ke depan terbagi dalam tiga segmen dan menjadi sasaran Asuransi Astra melalui HappyOne.id tersebut yakni kalangan mahasiswa, keluarga muda, dan pekerja pada usia produktif. Ketiga kelompok tersebut membutuhkan beberapa produk perlidungan seperti perlindungan diri, perlindungan pendidikan anak, perlindungan aset, dan perlindungan perjalanan. Adapun keempat produk tersebut dinamai HappyMe (perlindungan bagi diri atas risiko kecelakaan diri), HappyEdu (perlindungan pendidikan bagi anak apabila tertanggung utama, dalam hal ini orang tua meninggal dunia karena kecelakaan), HappyHome (perlindungan rumah dari risiko kebakaran), dan HappyTrip, (asuransi perjalanan baik untuk wilayah domestik maupun internasiona). Nilai premi dan pertanggungan bisa disesuaikan dengan kebutuhan nasabah mulai dari Rp399 ribu.

Menurut Rudy, ada beberapa alasan nama HappyOne.id dipilih. Pertama, berupaya untuk membidik segmen baru. Kedua, ingin mereka yang membeli produk asuransi dari Asuransi Astra menjadi happy dan semua perlindungan tercukupi. Ketiga, dengan satu identitas (Id) bisa beli untuk empat produk asuransi. “Dengan satu identitas akan memudahkan konsumen membeli produk, dan bagi perusahaan juga memudahkan (dalam menilai) karena ada catatan (record) dari nasabah,” ujarnya.

Direktur Astra International Suparno Djasmin menuturkan, langkah yang dilakukan Asuransi Astra tersebut merupakan bagian inisiatif perusahaan dalam mendorong jalur distribusi digital. “Dalam tiga tahun ke depan harapannya kontribusi dari distribusi tersebut bisa mencapai 5% berkontribusi terhadap pendapatan premi,” tuturnya. Karena itu, untuk mencapai target tersebut, selain membutuhkan effort dari tim sales, juga butuh literasi kepada masyarakat. Hingga triwulan ketiga tahun ini Gross Written Premium (premi bruto) Asuransi Astra bertumbuh 7%. Portfolio bisnis perusahaan terbilang cukup berimbang antara bisnis otomotif dan non otomotif. Tahun 2017 premi bruto Astra tercatat sebesar Rp 4,4 triliun.

Sumber: Majalah Investor

Tags

Artikel Terkait

Close