SEREMONI

Pegadaian Gandeng BPS Perluas Layanan Data dan SDM

Penandatanganan nota kesepahaman oleh Direktur Utama Pegadaian (Kuswiyoto) dan Kepala BPS Suhariyanto. (Pegadaian)

Jakarta Review, Jakarta – Dalam rangka memperluas layanan gadai kepada masyarakat di seluruh Indonesia, PT Pegadaian (Persero) menjalin kerja sama untuk meningkatkan pemanfaatan produk dan layanan dengan Badan Pusat Statistik (BPS).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto dan Kepala BPS Suhariyanto.

“Pegadaian terus meningkatkan sistem layanannya kepada seluruh nasabah di Indonesia dengan mengembangkan produk-produk perusahaan. Untuk mendukungnya kami menjalin kerja sama dengan BPS dalam pemanfaatan produk dan layanan,” kata Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto di Jakarta, Selasa.

Kuswiyoto mengatakan dalam kerja sama kali ini, Pegadaian akan memfasilitasi penyediaan pertukaran data atau informasi di bidang statistik dalam layanan perseroan.

Tidak hanya itu, kerja sama juga berfokus pada pengembangan sumber daya manusia yang bertujuan memanfaatkan kemampuan masing-masing pihak untuk melaksanakan, mengembangkan dan meningkatkan bidang usaha sesuai ketentuan yang berlaku.

Lebih lanjut, Kuswiyoto menjelaskan kerja sama dengan BPS sebagai pedoman dan langkah awal dalam meningkatkan sistem penjualan dan pemasaran melalui kompetensi masing-masing pihak, fasilitas serta pemberian jasa dengan prinsip saling menguntungkan.

Kerja sama tidak hanya berfokus pada layanan Pegadaian saja, tapi juga sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap pelaksanaan kegiatan sensus dan survei penduduk yang dilakukan oleh BPS pada 2020.

“Kita tahu bahwa kegiatan tersebut merupakan rutinitas setiap lima tahun sekali. Maka itu dengan adanya kerja sama ini kegiatan sensus dan survei penduduk akan lebih lancar,” kata Kuswiyoto.

Pegadaian sendiri memiliki produk – produk unggulan, yaitu Arrum, Amanah, Rahn, Mulia, KCA, Krasida, Rahn Tanah, Kreasi, dan Kresna.

Tercatat hingga September 2019, realisasi produk Arrum mencapai Rp1.666 miliar dari target Rp1.157 miliar, produk Amanah sebesar Rp2.309 miliar dari target Rp2.226 miliar, produk Mulia mencapai Rp407 miliar dari target Rp663 miliar.

Selanjutnya, produk Rahn realisasi Rp4.736 miliar dari target Rp4.615 miliar, produk Rahn Tanah realisasi Rp505 miliar dari target Rp153 miliar, KCA realisasi Rp29.496 miliar dari target Rp29.688 miliar.

Krasida realisasi Rp1.223 miliar dari target Rp1.149 miliar, Kreasi realisasi Rp5.182 miliar dari target Rp4.282 miliar dan Kresna realisasi Rp740 miliar dari target Rp760 miliar.

Sumber: Antara

Related Articles

Back to top button