SEREMONI

PPI Gelar Talkshow Bareng Arya Sinulingga, Bahas Cara Tingkatkan Skill Komunikasi

Suasana Talkshow bersama Staf Khusus III Menteri BUMN, Arya Sinulingga, dengan tema Upgrade Your Communication Skill. Acara ini dilakukan secara hybrid, online dan offline oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) / PPI. Acara ini juga sudah sesuai protokol kesehatan ketat pada, (14/06/21). (dok:Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) / PPI menyelenggarakan Talkshow bersama Staf Khusus III Menteri BUMN, Arya Sinulingga, dengan tema Upgrade Your Communication Skill. Acara ini dilakukan secara hybrid, online dan offline sesuai protokol kesehatan ketat pada, (14/06/21).

Acara tersebut adalah rangkaian dari HUT PPI ke-18 yang akan jatuh pada tanggal 19 Juni 2021 dengan tema besar “Sinergi Kembangkan Potensi, Wujudkan Mimpi”.

Tujuan dari talkshow tersebut adalah dalam rangka meningkatkan pengetahuan dalam kemampuan berkomunikasi yang baik di seluruh level karyawan PPI sebagai salah satu modal utama untuk menjadi BUMN Trading yang unggul untuk dapat bersaing dalam lingkup perdagangan dalam negeri dan luar negeri, dan BUMN Klaster Pangan lainnya dalam menyampaikan proses dan potensi bisnis perusahaan kepada para pemangku kepentingan, ynag juga terbuka untuk umum.

PPI mengundang Arya Sinulingga sebagai narasumber yang kompeten, praktisi sekaligus ahli komunikasi sebagai bentuk feeding terhadap peningkatan skill berkomunikasi insan PPI dengan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kepercayaan, keberpihakan, dan tentu peningkatan potensi transaksi sebagai goal perusahaan.

Direktur Utama PPI, Nina Sulistyowati, secara langsung menjadi moderator dalam talkshow tersebut yang dihadiri pula oleh BUMN Klaster Pangan yaitu, RNI, BGR, Perindo, Perinus, Garam, SHS, Pertani, dan Berdikari, via Zoom dan YouTube Channel PPIPersero.

“Ada banyak sekali alasan mengapa talkshow ini mengangkat tema komunikasi. Pepatah bijak mengatakan bahwa dengan komunikasi segala urusan yang pelik dapat diselesaikan. Dengan mengundang Bang Arya yang expert dalam bidangnya, dengan berbagai pengalaman yang luar biasa, kita dapat belajar dan meng-improve communication skill kita,” ungkap Nina.

Dalam paparannya, Arya mengungkapkan bahwa modal dasar dalam berkomunikasi adalah dengan mengenal diri sendiri, potensi diri, kelebihan dan kekuarangan diri.

“Kita wajib mengidentifikasi hal-hal positif yang dimiliki dan mengomunikasikan setiap pekerjaan yang dilakukan kepada khalayak untuk membentuk citra yang baik dengan brand yang dikenal masyarakat. Bagaimana kita harus mengetahui siapa diri kita, apa potensi kita, ke depan mau seperti apa, mesti bangun brand diri kita sendiri, bangun branding BUMN kita tercinta supaya kita mendapatkan kepercayaan, kemudahan, di mana pun kita berada,” terang Arya.

Nina menutup dengan how to improve our skill dan ternyata itu semua dimulai dari diri sendiri.

“Everybody is marketer. Bayangkan besarnya kekuatan itu apabila kita mengomunikasikan sisi positif dari PPI supaya PPI yang sudah beranjak ke-18 tahun ini bisa lebih banyak dikenal orang, bisa lebih banyak dikenal dunia trading, dunia pangan, tidak hanya di indonesia, tetapi juga di dunia internasional, saya yakin kita semua pasti bisa,” pungkas Nina.

PPI sebagai trading capabilities, melalui kegiatan ini menanamkan kesadaran bahwa setiap insan PPI adalah marketer yang dituntut untuk mengenali PPI, mulai dari produk yang diperdagangkan dan lain sebagainya agar mampu meningkatkan brand awareness dan kinerja korporasi.

Sebagai BUMN perdagangan di klaster pangan, PPI berperan secara aktif dalam pemenuhan timeline pembentukan Holding BUMN Pangan dan proses penggabungan PT BGR (Persero) ke dalam PPI. Tentu harapan potensi perusahaan menjadi lebih besar dalam rantai pasok pangan sebagai agent development untuk mencapai visi dan misi pemenuhan pangan nasional, khususnya dan perdagangan lainnya baik dari kualitas dan kuantitas penyerapan ekosistem UMKM, petani, peternak dan nelayan sebagai sumber pasokan distribusi dalam negeri dan ekspor ke mancanegara.

Related Articles

Back to top button