SEREMONI

Yayasan Pendidikan Astra Berikan Penghargaan Kepada 20 Guru Kreatif dan Kolaboratif

Salah satu pemenang Lomba Nasional Kreatif dan Kolaboratif Guru-Siswa (dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Astra International Tbk melalui Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (YPA-MDR) memberikan penghargaan kepada 20 guru kreatif dan kolaboratif yang telah berinovasi dalam kegiatan belajar mengajar. Penghargaan ini diberikan dalam kegiatan ‘Awarding Lomba Nasional Kreatif dan Kolaboratif Guru-Siswa’ yang digelar secara daring, Kamis (17/9/2020).

Sebanyak 20 Pemenang Lomba Pembelajaran Kreatif dan Kolaboratif Guru-Siswa yang terdiri dari 10 juara terbaik dan 10 juara favorit baik dari kategori Guru SD dan Guru SMP akan mendapat total hadiah sebesar Rp 111 juta.

Ketua Pengurus YPA-MDR, Herawati Prasetyo menyatakan, program yang baru pertama kalinya digelar ini bertujuan menjadi wadah untuk saling bertukar ide dan menjadi wahana inspirasi pembelajaran. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat memacu guru dan siswa untuk melakukan pembelajaran melalui metode yang kreatif serta mencetak generasi penerus yang siap menghadapi era digitalisasi. Program ini juga sebagai bentuk apresiasi kepada pendidik yang sudah berinovasi dan sepenuh hati mengabdikan diri di dunia pendidikan

“Serta memberikan model atau ide proses pembelajaran selama masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” kata Herawati saat membuka Awarding Lomba Nasional Kreatif dan Kolaboratif Guru-Siswa’ yang digelar secara daring, Kamis (17/9/2020).

Dikatakan, kompetisi yang dimulai pada 24 Januari 2020 lalu, mendapatkan respon positif hingga terkumpul 220 video pembelajaran dari para peserta yang berasal hampir dari seluruh wilayah Indonesia. Selanjutnya pada 21 hingga 24 Agustus 2020, YPA-MDR melakukan seleksi awal hingga terpilih 174 video pembelajaran untuk dipublikasikan pada platform Youtube YPA-MDR yang terdiri dari 91 video pembelajaran tingkat SD dan 83 video pembelajaran tingkat SMP. Selanjutnya, pada 9 September 2020 merupakan babak final penjurian terhadap 10 finalis terpilih yang terdiri dari 5 finalis  SD dan 5 finalis  SMP.

“Melalui kompetisi ini, YPA-MDR berharap para guru akan terus menggali cara-cara yang inovatif dalam mengajar dengan mendayagunakan pengalaman di lingkungannya dan para peserta mendapatkan wawasan serta pengalaman baru untuk diimplementasikan dalam pembelajaran di sekolah masing-masing. Semoga cita-cita luhur Astra untuk ‘Sejahtera Bersama Bangsa’ dapat terwujud dengan melahirkan generasi cerdas, menginspirasi dan semangat untuk ber-inovasi,” katanya.

Direktur PT. Astra International Tbk sekaligus Ketua Dewan Pembina YPA-MDR, Gita Tiffani Boer mengatakan, program ini merupakan wujud peran Astra melalui YPA-MDR dalam kontribusi social berkesinambungan di bidang pendidikan. Dikatakan, program ini bukan sekadar charity, melainkan sebuah proses pembinaan yang terpola, terstruktur yang dampaknya terukur. Dengan demikian diharapka dapat menginspirasi banyak pihak, bahkan menjadi role model di dunia Pendidikan.

“Lebih jauh dari semuanya itu, kami ingin mewujudkan salah satu butir dari filosofi Cartur Darma Astra, ‘Menjadi milik yang bermanfaat bagi Bangsa dan Negara’, khususnya bagi kemajuan Pendidikan di negeri tercinta,” ungkap Gita Tiffani.

Proses seleksi dan penilaian dilakukan oleh para Dewan Juri yang terdiri dari berbagai pihak, seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, akademisi, praktisi pendidikan maupun dari pihak Astra. Penilaian Dewan Juri diukur dari sejumlah indikator, seperti latar belakang masalah, strategi pemecahan masalah, keaslian karya inovasi dalam pembelajaran kreatif dann kolaboratif, bentuk pembelajaran kolaboratif guru dan siswa serta dampak positif dari metode pembelajaran dan teknik presentasi. Sedangkan untuk Juara Favorit dinilai berdasarkan jumlah “like” terbanyak dari video peserta yang diupload secara resmi oleh platform youtube Yayasan Pendidikan Astra – Michael D. Ruslim. (win)

Tags
Close