INTERVIEW

Dengan Fondasi yang Ada, Kami Yakin Food Station Bisa Lebih Berkembang Lagi

Pamrihadi Wiraryo, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo. (dok:Edi T/Jakrev.com)

Tak lama setelah menempati posisi sebagai Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo, Menteri BUMN Erick Thohir mengangkat dua direksi PT Food Station lainnya yakni Direktur Operasional Frans M Tambunan dan Direktur Keuangan dan Umum Thomas Hadinata sebagai direksi baru di PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero).

Keduanya diangkat melalui Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-397/MBU/12/2020 yang diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero). Keduanya menyusul Direktur Utama Food Station Arief Prasetyo Adi yang kini menempati posisi sebagai Direktur Utama PT RNI (Persero).

Dalam SK tersebut Frans M Tambunan menempati posisi sebagai Direktur Komersial PT RNI (Persero) sementara Thomas Hadinata menempati posisi sebagai Direktur Supply Chain Management dan Teknologi Informasi PT RNI (Persero).

Untuk mengisi posisi yang lowong tersebut, Pamrihadi selaku Dirut Food Station bergerak cepat. Ia segera berkordinasi dengan Badan Pembinaan (BP) BUMD DKI Jakarta segera melakukan Fit & Proper Test untuk mengisi posisi direksi yang kosong.

“Saat ini proses Fit & Proper Test nya sedang berjalan di BP BUMD DKI, semoga awal tahun 2021 dua posisi direksi yang kosong bisa terisi,” ujar Master Ilmu Hukum dari Universitas Airlangga ini.

Untuk kepentingan akselerasi organisasi, pengisian posisi dua direksi yang lowong menjadi penting karena tantangan yang dihadapi perusahaan di Tahun 2021. Apalagi situasi pandemi covid-19 belum berakhir.  melanda negeri ini.

“Ada banyak tugas yang menantang yang harus dituntaskan manajemen di Tahun 2021,” ungkap sosok yang lama berkarir di bidang retail ini.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai strategi apa saja yang akan  disiapkan oleh Pamrihadi Wiraryo sebagai Direktur Utama Food Station, beberapa waktu yang lalu di rumahnya di bilangan BSD, Tangsel, ayah dua anak ini berkesempatan memberikan penjelasan kepada Buletin FS.

Berikut, petikannya :

Bisa dijelaskan pesan Gubernur DKI Anies Baswedan saat anda diberi amanah sebagai Dirut Food Station ?

Beliau berpesan agar proses percepatan transisi segera dilakukan, mengingat Direktur Utama PT Food Station sebelumnya Arief Prasetyo Adi sudah diberikan mandat yang lebih besar untuk memimpin PT Rajawali Nusatara Indonesia (Persero) sebagai Holding BUMN Pangan. Kemudian tidak lama setelah itu dua direksi PT Food Station lainnya yakni Direktur Keuangan dan Umum Thomas Hadinata dan Direktur Operasional Frans M Tambunan ikut menyusul ke PT RNI. Disatu sisi, saya baru proses penyesuaian, disisi lain direksi lain yang tersisa sudah nggak ada lagi di Food Station. Inilah tantangan terberat yang harus saya hadapi saat ini.

Percepatan seperti apa yang akan dilakukan ?

Yang saya akan lakukan adalah penguatan organisasi terlebih dulu, kemudian bagaimana Food Station tetap dapat mengemban tugas 3 hal. Pertama bagaimana Food Station tetap dapat menjalankan setiap penugasan yang diberikan oleh Pemprov DKI terutama dalam menjaga ketahanan pangan Jakarta. Kedua bagaimana Food Station tetap bisa berperan sebagai instrumen untuk menekan atau menahan laju inflasi di DKI Jakarta terutama yang berasal dari komoditas pangan. Dan yang ketiga bagaimana Food Station sebagai persero bisa tetap berorientasi bisnis dan memberikan deviden berupa Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebagai pemegang saham utama.

Apa yang dilakukan untuk mengisi posisi direksi yang lowong ?

Terkait percepatan untuk penguatan organisasi, tentu saja mengisi posisi 2 direksi yang lowong menjadi prioritas. Saat ini kami sedang mencari sosok yang memiliki kompetensi, kredibilitas, pengalaman dan chemistry dengan nature bisnis yang dikembangkan oleh Food Station. Kemudian hal tersebut kami teruskan ke BP BUMD agar jadi pertimbangan dalam pelaksaan Fit & Proper Test untuk mencari 2 posisi direksi yang lowong.

Apakah sudah ada nama-nama yang masuk ?

Saat ini sudah ada beberapa nama yang masuk baik dari kalangan internal BUMD DKI maupun eksternal atau profesional. Dalam hal ini kapasitas saya sebagai Direktur Utama Food Station memberikan catatan bahwa penting untuk mendapatkan orang yang memiliki integritas, paham bisnis dan bisa membawa organisasi lari kencang serta punya chemistry dengan organisasi. Karena itu saya berharap dari proses fit & propert test nya bisa dilakukan dengan cepat supaya kita nggak tertinggal mengingat ini sudah masuk tahun baru.

Jadi proses Fit & Propert Test nya sudah dimulai ?

Sudah, karena proses pengunduran diri kedua direksi tersisa demikian cepat. Dan prosesnya dilakukan oleh BP BUMD DKI Jakarta.

Berapa orang yang sudah dijaring ?

BP BUMD lebih tahu karena soal ini adalah domainnya BP BUMD.

Kira-kira kapan posisi direksi yang lowong bisa terisi ?

Insya Allah di bulan Januari ini dua direksi baru pengganti bisa dikukuhkan atau ditetapkan

Jadi ada peluang buat internal Food Station ?

Ada, namun demikian kita tetap akan melakukan evaluasi apakah dengan memberikan kesempatan kepada internal, maturity organisasinya sudah memungkinkan atau tidak. Yang kita cari sosok yang akan mempercepat akselerasi organisasi. Jadi jangan sampai kalau maturity organisasinya dan sosoknya belum mature nanti menghambat proses akselerasi tersebut.

Ketiga direksi terdahulu punya pengalaman di bidang retail demikian juga anda. Apakah posisi 2 direksi yang lowong harus memiliki pengalaman serupa ?

Saya berpengalaman di beberapa industri yang berbeda mulai dari retail, plantation dan manufacturing. Retail memang dinamis dengan margin yang tipis karena kompetisi yang ketat. Prinsipnya kita perlu orang yang paham end to end bisnis retail dan consumer goods supaya proses akselarasinya bisa cepat.

Bagaimana komunikasi dengan Internal Tim ?

Proses komunikasi terus berjalan dengan internal tim. Dengan direksi yang telah migrasi ke RNI pun tetap kontak. Artinya bilamana ada hal-hal yang perlu ditanyakan. Kemudian kami juga telah menjalin komunikasi dengan kolega-kolega di BUMN Pangan lainnya yakni dengan Dirut Perumda Pasar Jaya dan PD Dharma Jaya

Sudah sempat melihat fasilitas produksi dan pergudangan milik Food Station ?

Saya sudah meninjau fasilitas produksi dan pergudangan milik Food Station di Gudang SRG. Kemudian sempat juga melihat-lihat kondisi Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC). Saya melihat keduanya kondisinya sangat baik. Apalagi infrastuktur di PIBC yang kondisinya sangat baik karena sudah direvitalisasi selama beberapa tahun terakhir.

Kesan anda setelah melihat sendiri fasilitas produksi dan pergudangan ?

Pabrik saat ini sudah cukup baik dalam arti prosesnya baik, pengelolaannya secara administratif juga baik demikian juga kebersihannya. Tinggal bagaimana kita melihat peluang-peluang untuk pengembangan lebih lanjut demikian juga portofolio produknya. Bilamana kapasitas pabrik sudah nggak mungkin ditingkatkan lagi karena tingginya permintaan mungkin saja kita akan melakukan lagi maklon dengan pihak ketiga, bermitra dengan BUMD lain atau bahkan berinvestasi sendiri. Kita lihat nanti kemungkinan-kemungkinannya.

Bagaimana komunikasi dengan dewan komisaris ?

Mengingat saat ini ada situasi yang extra ordinary. Saat ini saya sangat intens diskusi dengan komisaris yang ada. Ini agar mereka bisa memantau dan memberikan masukan yang diperlukan

Arahan Komisaris Utama seperti apa ?

Pertama terkait dengan proses percepatan, hal-hal yang terkait dengan tugas-tugas Food Station agar bisa dengan intens dijalin komunikasi dengan sejumlah mitra-mitra strategis mulai dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan BUMD terkait, DPRD dan juga tokoh-tokoh pedagang yang ada di PIBC

Food Station selama ini banyak mendapat kunjungan dari TPID dan DPRD sejumlah daerah. Apakah anda sempat menerima kunjungan tersebut ?

Sementara ini belum, karena saya masuk ke Food Station menjelang akhir tahun. Karena itu saya memprioritaskan untuk melakukan orientasi internal dulu. Tapi permintaan dari beberapa TPID, DPRD untuk berkunjung ke Cipinang sudah ada

Apakah ada agenda untuk penambahan komoditi lagi di Tahun 2021 ?

Berdasarkan RKA 2021 yang baru saja disahkan dalam RUPSLB, kami memang memiliki rencana untuk pengembangan produk baru. Adapun produk baru yang akan kita kembangkan antara lain garam dan pegembangan beberapa produk beras organik serta private label. Prinsipnya kita akan mencoba untuk mengembangkan beberapa komoditi lagi terutama komoditi yang punya value yang cukup tinggi dan berkaitan dengan pengendalian inflasi.

Ada agenda besar yang sudah dirintis oleh direksi sebelumnya yakni Stasiun Logistik Cipinang. Bagaimana kelanjutannya ?

Kalau itu bagian dari rencana strategis Pemerintah Pusat dan Pemprov DKI Jakarta, tentu saja kita harus melihat ini sebagai tantangan yang positif yang bisa dilanjutkan untuk efisiensi dan memangkas biaya logistik. Tentu kami berterimakasih jika Pemerintah Pusat bisa memfasilitasi dengan demikian akselarasi yang kita jalankan menjadi lebih cepat.

Bagaimana kelanjutan Program Distribusi Pangan Murah KJP ?

Kabar terakhir program ini belum akan dilanjutkan lagi selama pandemi karena akan memicu adanya kerumunan. Namun demikian kami akan tetap akan mempertahankan program apa saja yang sudah berjalan apalagi yang sudah masuk dalam RKA 2021. Prinsipnya kami sudah punya plan B yang antara lain meningkatkan penetrasi pasar untuk modern market dan berbagai program lain.

Pesan kepada karwayan terkait konsolidasi Internal ?

Fondasi yang sudah ditanamkan oleh direksi terdahulu sudah bagus. Kita jangan cepat berpuas diri karena ruang untuk improvment masih ada. Kemudian dengan fondasi yang ada tersebut dan pengalaman yang ada, kita harus yakin untuk berbuat lebih baik lagi kedepannya. Kita juga yakin FS akan jadi market leader untuk trading community. Kemudian seiring dengan tumbuhnya portofolio bisnis, perusahaan akan bertumbuh lagi. Dengan demikian peluang-peluang untuk career path akan lebih besar. Mungkin sekarang untuk transisi masih diperlukan direksi dari luar tapi target kita kedepan kita akan mengakomodasi kalangan internal yang belum terserap.

Boks

Antara Nonton Film, Kulineran dan Bersepeda

Setiap orang apalagi sebagai profesional yang pekerjaanya banyak menyita waktu tentu memiliki cara tersendiri untuk menghilangkan penat saat mengisi waktu luangnya. Sebagian ada yang melakukannya dengan berolahraga, ada yang mendengarkan musik, berkebun, bermain dengan hewan peliharaan, olahraga, nonton film dan seterusnya.

Direktur Utama PT Food Station Pamrihadi Wiraryo punya kiat sendiri untuk menikmati waktu luangnya. Ayah 2 anak ini punya hobi nonton film bergenre mafia.

“Saya suka nonton film bergenre Mafia, seperti Trilogi Godfather dan film sejenisnya karena banyak pelajaran yang bisa diambil,” ujarnya.

Selebihnya, sosok Family Man ini juga suka jalan bersama keluarga bersama isteri dan kedua anaknya untuk sekedar makan bersama diluar.

“Makan bareng keluar ini dilakukan kalau sedang lengkap kumpul bersama kedua anaknya yang sudah dewasa,” cetusnya.

Hal lainnya penikmat tontonan melalui netflix ini juga rutin bersepeda disekitar Komplek rumahnya di bilangan Bumi Serpong Damai (BSD), Tanggerang Selatan (Tangsel).

Related Articles

Back to top button