INTERVIEW

Thomas Hadinata, Direktur Keuangan dan Umum PT Food Station Tjipinang Jaya  

Apapun Tantangannya, Tugas Menjaga Ketahanan Pangan Jakarta Harus Tetap Berjalan dengan Baik   

Meski masih dinaungi suasana ketidakpastian akan berakhirnya Pandemi Covid-19, PT Food Station Tjipinang Jaya tetap optimis menatap tahun 2021.

Direktur Keuangan dan Umum PT Food Station Tjipinang Jaya Thomas Hadinata mengatakan, di tahun 2021, Food Station akan tetap melanjutkan berbagai program ketahanan pangan seperti distribusi pangan murah KJP Plus, beras untuk ASN, pasar murah di 70 kelurahan, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial dan penjualan produk di tradisional hingga modern market dan penjualan online melalui marketplace.

“Berbagai program ketahanan pangan yang dijalankan dalam beberapa tahun terakhir, terbukti berhasil menjaga inflasi di Jakarta yang diakibatkan oleh volatalitas harga pangan.

Tahun 2020 adalah tahun yang penuh tantangan bagi banyak perusahaan termasuk PT Food Station Tjipinang Jaya. Situasi pandemi covid-19 yang terjadi sejak Maret lalu membuat pertumbuhan bisnis banyak perusahaan terkoreksi.

Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pangan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Food Station diproyeksikan mencatatkan penjualan sebesar Rp 2 triliun hingga akhir tahun 2020. tahun depan kami proyeksikan angkanya akan mencapai Rp 2,2 triliun.

“Situasi pandemi memang situasi yang penuh tantangan. Namun kami bersyukur menjelang tutup tahun 2020, penjualan Food Station tidak terkoreksi secara mendalam,” ujar Direktur Keuangan dan Umum PT Food Station Tjipinang Jaya Thomas Hadinata.

Diluar urusan penjualan, Food Station juga tetap mampu menunaikan tugas utamanya dalam menjaga ketahanan pangan Jakarta. Angka inflasi juga tetap terkendali demikian juga stok kebutuhan pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan Natal dan Tahun Baru 2021 yang sebentar lagi dirayakan.

“Bagaimanapun situasinya, kami tetap menjalankan tugas menjaga ketahanan pangan Jakarta dengan tetap melanjutkan berbagai program ketahanan pangan yang sudah berjalan beberapa tahun terakhir,” ungkap Thomas.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai evaluasi yang dilakukan Food Station dan outlook di tahun 2021, Buletin Food Station berhasil mendapatkan keterangan dari Direktur Keuangan dan Umum PT Food Station Tjipinang Jaya Thomas Hadinata yang kini juga menjabat sebagai Plt Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya paska berpindahnya Arief Prasetyo Adi Dirut Food Station terdahulu menjadi Direktur Utama PT RNI Holding (Persero).

Berikut petikannya :

Tahun 2020 sebagai tahun penuh tantangan sebentar lagi berakhir. Bagaimana pencapaian Food Station di tahun mulai terjadinya pandemi ini ?

Tahun 2020 adalah tahun yang penuh tantangan bagi banyak perusahaan termasuk PT Food Station Tjipinang Jaya. Situasi pandemi covid-19 yang terjadi sejak Maret lalu membuat pertumbuhan bisnis banyak perusahaan terkoreksi. Namun demikian, kami tetap bersyukur menjelang tutup tahun 2020, penjualan Food Station tidak terkoreksi secara mendalam.

Berapa pencapaian penjualan Food Station hingga akhir tahun 2020 ?

Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pangan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Food Station diproyeksikan mencatatkan penjualan sebesar Rp 2 triliun hingga akhir tahun 2020, sementara sejumlah indikator lain juga tetap baik.

Bagaimana dengan indikator yang lain ?

Di tahun 2020 yang sebentar lagi berakhir ini, kami juga mampu menunaikan tugas utama menjaga ketahanan pangan Jakarta dan menjaga inflasi dengan menjalankan berbagai program ketahanan pangan yang seudah kami laksanakan selama beberapa tahun terakhir

Bisa dijelaskan apa saja program ketahanan pangan tersebut ?

Berbagai program ketahanan pangan tersebut antara lain, distribusi program pangan murah KJP, program beras untuk ASN DKI Jakarta, membantu Kementerian Sosial menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), pasar murah di 70 kelurahan, dan penjualan melalui pasar tradisional, modern, hingga online melalui marketplace.

Untuk tahun 2021 apakah program ketahanan pangan ini akan tetap dilanjutkan ?

Tentu saja, karena berbagai program ketahanan pangan tersebut setiap tahun masuk dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) dan selain itu terbukti berhasil mengendalikan inflasi di Jakarta. Dan kami berkomitmen bagaimanapun situasinya tugas utama dalam menjaga ketahanan pangan Jakarta harus tetap ditunaikan dengan sebaik-baiknya.

Apakah tantangan menjalankan program ketahanan pangan tersebut dalam situasi pandemi seperti sekarang ini ?

Memang pandemi yang terjadi sejak Maret 2020 lalu membuat program distribusi pangan murah KJP dihentikan sejak April 2020 lalu, namun untuk program ketahanan pangan yang lain tetap bisa dijalankan seperti biasa. Untuk tahun 2021, kami berharap program yang berhenti tersebut bisa dijalankan kembali.

Seberapa jauh pengaruh berhentinya program distribusi pangan murah tersebut ?

Tentu ada pengaruhnya, namun dengan kerja keras kami cukup berhasil mengatasinya dengan melakukan berbagai program terobosan. Kemudian kami juga sempat mendapatkan proyek bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial dan Bansos Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Sosial DKI Jakarta.

Apa saja program terobosan tersebut ?

Tahun ini tepatnya sejak semester kedua, kami banyak mengeluarkan berbagai produk baru ke pasar. Berbagai produk baru tersebut antara lain,  air mineral dan berbagai produk beras antara lain beras jasmine, beras nasgor dan beras organik merah putih. Khusus untuk beras tahun ini kami bahkan sudah mulai masuk ke bisnis beras organik

Lalu terobosan apalagi yang dilakukan ?

Selain meluncurkan berbagai produk baru, kami juga mengencangkan penetrasi berbagai produk ke modern market. Kami yakin di tahun 2021 berbagai produk yang sudah diluncurkan penetrasi di market akan lebih terasa lagi.

Produk baru apa saja yang sudah disiapkan ?

Kami akan meluncurkan produk garam dan beras shirataki jenis beras yang kerap dimanfaatkan untuk diet karena mengandung serat tinggi. Beras jenis ini juga memainkan peranan penting untuk menjaga kesehatan pencernaan dan pencegahan penyakit. Selain itu pengembangan produk private label.

Selain peluncuran produk baru apalagi program yang akan dibuat di tahun 2021 ?

Kami juga akan mengembangkan berbagai produk private label untuk mengakomodasi kebutuhan mitra dan pelanggan. Peluncuran berbagai produk baru dan pengembangan produk private label menjadi bagian dari New Development Program (NDP) yang dikembangkan oleh Food Station

Lalu bagaimana Food Station melihat tantangan di tahun 2021 ?

Apapun situasi tantangannya, kami harus tetap menunaikan tugas utama menjaga ketahanan pangan Jakarta dengan sebaik-baiknya. Dan kami tetap optimis dalam situasi ketidakpastian, bisnis kami akan tetap bertumbuh

Related Articles

Back to top button