LONDON, jakrev.com – Rivalitas antara dua raksasa kelas berat Inggris, Tyson Fury dan Anthony Joshua (AJ) memang tidak pernah ada habisnya.
Namun, di balik perang urat saraf yang sering muncul ke publik, terselip sebuah pengakuan mengejutkan dari “The Gypsy King” tentang betapa mengerikannya kekuatan pukulan Joshua.
Baru-baru ini, sebuah rekaman wawancara lama kembali mencuat setelah interaksi panas keduanya di laga kemenangan Fury atas Arslanbek Makhmudov, akhir pekan kemarin.
Rekaman tersebut mengungkap momen pada tahun 2010, saat Tyson Fury yang sudah berstatus juara kelas berat Inggris, melakukan sesi sparring dengan Anthony Joshua yang kala itu masih petinju amatir berusia 20 tahun.
Uppercut yang Mengubah Segalanya
Dalam wawancara dengan Steve Bunce, Fury menceritakan betapa dia awalnya meremehkan Joshua. Fury mengaku datang ke gym Finchley ABC dengan niat hanya untuk berlatih ringan karena lawannya hanyalah seorang amatir. Namun, kenyataan di atas ring justru sebaliknya.

“Dia (Joshua) langsung merangsek maju. Saya mencoba menghindar dan menunggu waktu yang tepat, lalu—bash! Dia mendaratkan right uppercut tepat di dagu saya,” kenang Fury dengan jujur, dikutip dari Boxing Scene pada Senin (13/4/2026).
Fury menambahkan bahwa dampak pukulan tersebut sangat fatal. “Jika saya tidak memiliki dagu yang kuat, saya rasa saya sudah pingsan selama sebulan. Dia sangat bagus dan sangat muda saat itu,” lanjutnya.
Lebih dari Sekadar Latihan
Meski sesi sparring sering dianggap sebagai simulasi, bagi Fury, tiga ronde melawan Joshua saat itu terasa seperti neraka. Dia tidak segan mengakui bahwa dirinya “dihajar” habis-habisan oleh petinju yang dua tahun kemudian baru memenangkan emas Olimpiade London 2012 tersebut.
“Saya menganggap diri saya salah satu prospek kelas berat terbaik di dunia, tapi dia mendatangi saya selama tiga ronde dan memberi saya pelajaran. Saya tidak akan membantahnya; dia memberikan saya perlawanan yang luar biasa,” tutur Fury.
Menanti Duel Sejati di Ring Profesional
Kisah lama ini menjadi bumbu penyedap di tengah spekulasi panjang mengenai kapan keduanya akan benar-benar bertemu dalam pertarungan profesional yang resmi.
Meskipun Joshua sempat menolak tantangan terbuka Fury baru-baru ini, sejarah sparring tahun 2010 membuktikan bahwa keduanya memiliki kekuatan yang setara.
Bagi para penggemar tinju dunia, pengakuan Fury ini mempertegas bahwa meski gaya bertarung keduanya berbeda, rasa hormat terhadap kekuatan lawan tetap ada di balik persaingan yang terlihat di media sosial.
Kini, publik hanya menanti, apakah sejarah 2010 akan terulang di panggung profesional yang sesungguhnya?


