OLAHRAGA

Menang atas Persebaya, Rizky Ridho Ngaku Capek Mental Lihat Kondisi Rumput JIS

Rizky Ridho keluhkan kondisi rumput JIS usai Persija kalahkan Persebaya. Sang kapten mengaku lelah mental akibat kualitas lapangan.

JAKARTA, jakrev.com – Kemenangan dramatis Persija Jakarta atas Persebaya Surabaya di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (7/11/2026), tak sepenuhnya menyisakan senyum lega bagi skuat Macan Kemayoran.

Meski berhasil mengamankan tiga poin lewat gol menit akhir Ivan Mamut, keluhan keras justru mencuat dari kapten tim, Rizky Ridho.

Ridho tak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap kualitas permukaan rumput JIS yang dinilainya amat menyulitkan para pemain di lapangan.

Lelah Mental di Luar Tekanan Pertandingan

Usai laga, bek andalan Timnas Indonesia itu mengungkapkan rasa frustrasinya saat berbicara di hadapan awak media.

Menurut dia, kendala utama yang dialami tim bukan sekadar keletihan fisik seusai bertanding selama 90 menit, melainkan juga tekanan mental akibat kondisi lapangan yang jauh dari kata ideal.

“Saya enggak tahu apa yang direnovasi, sekali lagi saya capek juga mentalnya, bukan hanya capek bertanding. Lapangannya susah sekali. Sumpah ini, saya harus sumpah,” ujar Ridho dengan nada berapi-api.

Pemain kelahiran Surabaya itu merasa heran karena kondisi rumput terkesan tidak merata dan sangat mengganggu aliran bola maupun pergerakan para pemain. “Enggak tahu gimana lagi, mau dihalusin kayak gimana, ya kita juga enggak tahu. Masa ada lapangan satu di sini, satu di sini,” ungkapnya.

Pertadingan antara Persija Jakarta vs Persebaya Surabaya di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (7/11/2026) malam. / Foto: Instagram @officialpersebaya

Tuntutan Performa di Atas Lapangan Tak Rata

Situasi makin diperparah oleh ekspektasi publik yang selalu menuntut Macan Kemayoran tampil impresif di setiap pertandingan.

Ridho menilai, tuntutan tersebut menjadi beban ganda ketika kondisi arena pertandingan sendiri justru menghambat permainan terbaik mereka.

Beruntung, Persija sanggup mengunci kemenangan tipis 1-0 hingga peluit panjang dibunyikan. Namun, Ridho menyadari betapa tipisnya batas antara pujian dan kritikan pedas dari suporter jika saja hasil akhir tak berpihak pada skuatnya.

“Terus kita harus dituntut main bagus, ya beruntung akhirnya Ivan Mamut bisa cetak gol. Kalau enggak, ya kita lagi yang di-judge, kan? Padahal kayak, ya salah satu respek aja, kayak gini juga lawan bakal kesusahan juga lawan kita, kan?” tuturnya.

Dia menegaskan bahwa kondisi buruk permukaan JIS sejatinya tidak hanya merugikan tuan rumah, melainkan juga menyulitkan tim tamu yang berupaya mengembangkan permainan.

Tetap Apresiasi Perjuangan Skuat Macan Kemayoran

Kendati diliputi kekecewaan terhadap fasilitas lapangan, Ridho memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada rekan-rekan setimnya.

Kegigihan seluruh pemain terbukti mampu menutupi kekurangan teknis di lapangan hingga poin penuh berhasil diamankan di kandang sendiri.

Pemain bernomor punggung 5 itu menegaskan bahwa tekad untuk tidak menelan kekalahan di depan pendukung sendiri menjadi kunci utama keberhasilan Persija membendung Persebaya.

“Kita kesusahan, lawan kesusahan, tapi kita harus menang di kandang. Sekali lagi, terima kasih teman-teman pemain juga sudah mau menampilkan yang terbaik dan enggak mau kalah di kandang. Ya sekali lagi mau bersyukur atau gimana ini, susah juga. Lapangannya ‘bagus’ banget,” ucap Ridho menyindir kondisi rumput JIS di akhir penyampaiannya.

Sementara itu, hasil positif atas Bajol Ijo ini memang menjaga posisi Persija tetap kukuh di papan atas klasemen, tetapi kritikan tajam dari kapten tim menjadi catatan tebal bagi pengelola JIS agar segera melakukan pembenahan nyata.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button